Polres Nagan Raya Salurkan 8.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Banjir di Kecamatan Tripa Makmur

jajaran Polres bersama sejumlah instansi terkait menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak bencana banjir, Senin, 1 Desember 2025

Polres Kirim 8.000 Liter Air ke Warga

Polres
jajaran Polres bersama sejumlah instansi terkait menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak bencana banjir, Senin, 1 Desember 2025

JAKARTA, Matanews — Upaya pemulihan pascabanjir di Kecamatan Tripa Makmur terus berjalan. Pada Senin, (1/12/2025), Polres Nagan Raya menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang hingga kini masih mengalami krisis akibat kondisi sungai yang belum pulih dari endapan lumpur. Bantuan itu menjadi salah satu intervensi mendesak, mengingat akses masyarakat terhadap air layak pakai terputus sejak banjir menerjang kawasan tersebut.

Distribusi air dimulai pukul 12.30 hingga 18.20 WIB, menggunakan satu unit truk tangki berkapasitas 8.000 liter. Air bersih itu didistribusikan langsung ke pemukiman warga di empat desa terdampak: Panton Rawa, Kabu, Pasi Keube Dom, dan Drin Tujoh. Selama pendistribusian, petugas mengarahkan warga membawa wadah masing-masing untuk memastikan pembagian merata.

Kegiatan ini dipimpin oleh Waka Polres Nagan Raya, Kompol Humaniora Sembiring, S.Kom., S.I.K., bersama Kapolsek Kuala Pesisir, Iptu Muhammad Nasir, S.Pd., Kasat Narkoba Iptu Very Saputra, S.H., M.H., Kepala Bandara Cut Nyak Dhien Farnani Zahri, serta personel Polsek Kuala Pesisir dan Satresnarkoba. Selain itu, karyawan PLTU 1–2 bertugas sebagai pengemudi truk tangki, dibantu sejumlah pekerja Bandara Cut Nyak Dhien.

Polres
Polres Nagan Raya menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang hingga kini masih mengalami krisis akibat kondisi sungai yang belum pulih

Air Sungai Keruh, Warga Terdesak

Banjir yang melanda Tripa Makmur meninggalkan hamparan lumpur tebal di bantaran dan aliran sungai. Lumpur itu membuat air sungai berubah keruh pekat, tidak layak konsumsi ataupun penggunaan harian. Kondisi tersebut memperburuk situasi, terutama bagi warga yang selama ini menggantungkan kebutuhan air dari sumber air alami.

“Sejak banjir surut, air sungai tidak bisa dipakai. Bau, keruh, dan penuh lumpur,” ujar seorang warga yang menerima bantuan. Situasi ini memaksa masyarakat menunggu bantuan air bersih dari pemerintah atau pihak lain.

Peran Kepolisian di Tengah Krisis

Polres Nagan Raya menyatakan bahwa bantuan air bersih merupakan bentuk kehadiran negara dalam kondisi darurat. Selain itu, bantuan ini menjadi penopang sementara sembari menunggu langkah lanjutan pemerintah daerah dalam pemulihan fasilitas dasar.

“Kami berupaya mengurangi beban warga. Air bersih adalah kebutuhan paling mendesak pascabanjir,” kata Kompol Humaniora Sembiring.

Polres
Meski bantuan air bersih tersalurkan, warga berharap Pemerintah Kabupaten Nagan Raya bergerak cepat menangani kerusakan infrastruktur dan pemulihan pascabanjir.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan tertib. Masyarakat tampak antusias menyambut bantuan, sementara personel kepolisian membantu memastikan distribusi berjalan teratur.

Tuntutan Penanganan Lebih Serius

Meski bantuan air bersih tersalurkan, warga berharap Pemerintah Kabupaten Nagan Raya bergerak cepat menangani kerusakan infrastruktur dan pemulihan pascabanjir. Tanpa pembangunan tanggul yang memadai dan perbaikan aliran sungai, ancaman banjir serupa dikhawatirkan terjadi kembali.

Polres Nagan Raya menegaskan komitmennya untuk terus hadir dalam setiap bencana dan memastikan proses pemulihan berlangsung efektif. “Kami akan terus membantu sesuai kapasitas kami,” ujar Rosan. (M. Adhar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *