Prabowo Sambut Raja Charles III di Lancaster House
Lancaster House Saksi
JAKARTA, Matanews — Presiden Prabowo Subianto menyambut langsung kedatangan Raja Charles III di depan pintu Lancaster House, London, Inggris, Rabu (21/1/2026) pagi.
Penyambutan tersebut menjadi bagian dari agenda lawatan Presiden Prabowo ke Inggris, khususnya dalam pertemuan dengan komunitas filantropi lingkungan Indonesia–Inggris.
Raja Charles III, yang kini berusia 77 tahun, tiba di Lancaster House dengan berjalan kaki dari kediamannya di Istana St. James. Jarak antara Istana St. James dan Lancaster House yang hanya sekitar empat menit berjalan kaki memungkinkan Raja Inggris itu tampil tanpa iring-iringan resmi berlebihan, mencerminkan nuansa pertemuan yang bersifat akrab dan semi-formal.
Setibanya di depan pintu Lancaster House, Presiden Prabowo langsung menyalami Raja Charles III. Momen tersebut menjadi sorotan para wartawan serta fotografer pribadi Kerajaan Inggris yang berada di sisi belakang Presiden Prabowo. Jabat tangan kedua pemimpin itu menandai dimulainya rangkaian diskusi tentang kerja sama lingkungan dan konservasi.

Keduanya kemudian memasuki ruangan Lancaster House sambil berbincang ringan. Presiden Prabowo dan Raja Charles III tampak mengambil cangkir berisi teh sebelum melangkah ke ruang utama untuk bertemu dengan para filantropi yang selama ini fokus pada isu konservasi dan pelestarian lingkungan.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo memperkenalkan putranya, Ragowo Hediprasetyo Djojohadikusumo—yang dikenal dengan nama Didit—kepada Raja Charles III. Selain itu, Presiden juga memperkenalkan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang langsung disalami oleh Raja Inggris tersebut.
Tak berhenti di situ, Presiden Prabowo turut mengenalkan adiknya, Hashim Djojohadikusumo, yang menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi. Hadir pula Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, serta Wakil Ketua Komisi I DPR RI Budisatrio Djiwandono. Satu per satu tokoh tersebut diperkenalkan kepada Raja Charles III sebagai bagian dari delegasi Indonesia.
Pertemuan yang berlangsung di Main Hall Lancaster House itu berjalan selama kurang lebih 45 menit. Suasananya cair dan semi-formal. Raja Charles III berdiri tepat di samping Presiden Prabowo, keduanya terlibat diskusi dengan para filantropi sambil menikmati teh, membahas isu-isu lingkungan strategis yang menjadi perhatian bersama.

Usai pertemuan di Lancaster House, Raja Charles III meninggalkan lokasi lebih dahulu dengan berjalan kaki kembali menuju Istana St. James. Sekitar lima menit kemudian, Presiden Prabowo juga berjalan kaki menyusul ke arah yang sama.
Di Istana St. James, Presiden Prabowo dan Raja Charles III kembali bertemu dalam pertemuan lanjutan yang berlangsung tertutup dari wartawan. Dalam pertemuan tersebut, kedua tokoh membahas sejumlah isu lingkungan, termasuk konservasi gajah yang menjadi perhatian khusus Raja Charles III.
Raja Charles III diketahui masih menjabat sebagai patron World Wildlife Fund (WWF)-UK, sebuah organisasi internasional yang berfokus pada perlindungan satwa liar dan lingkungan hidup. Posisi tersebut memperkuat relevansi pertemuan dengan Presiden Prabowo, terutama dalam konteks kerja sama konservasi antara Indonesia dan Inggris.

Selepas agenda di Istana St. James, Presiden Prabowo dijadwalkan langsung bertolak menuju bandara untuk melanjutkan perjalanan ke Davos, Swiss. Di Davos, Presiden akan menghadiri World Economic Forum (WEF) dan dijadwalkan menyampaikan pidato khusus (special address) pada Kamis (22/1/2026).
Lawatan ini menandai upaya Indonesia untuk memperkuat diplomasi lingkungan di tingkat global, sekaligus menempatkan isu konservasi dan keberlanjutan sebagai salah satu prioritas dalam hubungan internasional pemerintahan Presiden Prabowo.
(Yor)






