Prabowo Targetkan 500 Sekolah Rakyat
Prabowo Resmikan Ratusan Sekolah Rakyat
JAKARTA, Matanews — Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi peran Perpustakaan Nasional (Perpusnas) dalam memperkuat literasi siswa Sekolah Rakyat melalui penyediaan buku-buku berkualitas dan akses bacaan digital. Apresiasi itu disampaikan saat Presiden mengunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi 9 di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Presiden meninjau langsung perpustakaan sekolah yang menjadi salah satu bentuk dukungan Perpusnas bagi peserta didik. Fasilitas tersebut memungkinkan siswa mengakses ribuan koleksi buku cetak serta bahan bacaan digital secara daring.
“Mereka bisa akses ya, lewat online buku digital dapat dibaca,” ujar Presiden Prabowo sebagaimana keterangan resmi Perpusnas yang diterima di Jakarta, Selasa, (13/1/2026).

Berkat dukungan Perpusnas, Sekolah Rakyat kini memiliki ribuan koleksi buku cetak. Selain itu, tersedia Anjungan Baca Digital (ABD) yang memudahkan siswa membaca koleksi digital melalui jaringan internet. Fasilitas ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses literasi bagi siswa dari keluarga prasejahtera.
Presiden juga mengapresiasi capaian literasi Sekolah Rakyat yang mulai menorehkan prestasi. Sejumlah karya tulis siswa, kata dia, telah ditampilkan hingga tingkat nasional. Bahkan, dalam waktu enam bulan sejak berdiri, Sekolah Rakyat telah melahirkan siswa berprestasi di bidang akademik.
“Saya kagum, baru enam bulan sudah ada yang juara olimpiade. Saya terharu dan bangga,” kata Presiden.
Dalam pidatonya di hadapan siswa dan tenaga pendidik, Presiden menegaskan bahwa tujuan bernegara sebagaimana tertuang dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 adalah menghadirkan kesejahteraan dan melindungi seluruh rakyat dari kemiskinan, kelaparan, penyakit, serta berbagai bentuk penderitaan.
“Kita bernegara untuk memperbaiki kehidupan seluruh rakyat Indonesia. Itu tujuan kita merdeka,” tuturnya.
Presiden juga berpesan kepada para siswa Sekolah Rakyat agar tidak merasa rendah diri dengan latar belakang keluarga mereka. Menurutnya, pekerjaan orang tua sebagai buruh atau petani miskin bukanlah aib, melainkan bentuk kerja keras yang mulia.
“Jangan kau kecil hati, jangan malu orang tuamu hanya buruh atau petani miskin. Mereka mulia, bekerja keras dengan cara halal untuk masa depanmu,” ujar Prabowo.
Ke depan, pemerintah menargetkan pembangunan 500 Sekolah Rakyat hingga tahun 2029. Setiap sekolah dirancang memiliki kapasitas sekitar 1.000 siswa, sehingga total penerima manfaat diperkirakan mencapai 500 ribu siswa.
“Cita-cita saya di akhir masa jabatan 2029, kemiskinan ekstrem bisa kita hilangkan dari Indonesia,” ungkap Presiden.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga meresmikan 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi dan 131 kabupaten/kota. Sekolah-sekolah tersebut menjangkau wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), termasuk Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara.(Int)





