Pramono: Jangan Nekat Ke Jakarta Tanpa Persiapan
Pramono Imbau Pendatang Siap Mental Cari Kerja
JAKARTA, Matanews – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengimbau masyarakat dari daerah yang ingin mengadu nasib di Jakarta usai Idul Fitri 1447 Hijriah agar mempersiapkan diri dengan baik. Ia menegaskan, kesiapan mental, keterampilan, serta kemampuan kerja menjadi modal penting bagi pendatang baru yang ingin bersaing di ibu kota.

“Selesai Ramadhan-Idul Fitri banyak yang kemudian mengadu nasib ke Jakarta. Kami mengharapkan untuk siapapun yang akan bekerja di Jakarta, tentunya mereka sudah mempersiapkan diri sebaik-baiknya,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Pramono menegaskan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak akan menutup diri bagi pendatang baru yang ingin mencoba peruntungan. Namun, ia berharap para pendatang memiliki keterampilan, kapabilitas, dan kapasitas yang memadai agar mampu beradaptasi serta bersaing di tengah ketatnya pasar kerja di Jakarta.
Menurut Pramono, daya tarik Jakarta sebagai pusat perekonomian nasional masih sangat kuat. Hal ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang dirilis Bank Indonesia pada awal 2026, di mana Jakarta mencatatkan angka lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional.
“Bank Indonesia mengeluarkan Indeks Keyakinan Konsumen di tahun 2026. Jakarta mengalami kenaikan signifikan, yakni 149,8 pada Januari 2026 dari 145,3 pada Desember 2025. Sementara secara nasional berada di angka 127,” ujar Pramono.
Kenaikan indeks tersebut menunjukkan optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi Jakarta. Selain itu, pertumbuhan ekonomi di Jakarta juga tercatat mencapai 5,21 persen. Capaian ini menandakan iklim usaha dan lapangan kerja di ibu kota relatif kondusif serta memberikan harapan besar bagi masyarakat.
Pramono menilai, tingginya indeks kepercayaan konsumen dan pertumbuhan ekonomi tersebut berpotensi menjadi magnet bagi masyarakat dari berbagai daerah untuk datang dan bekerja di Jakarta. Namun, ia mengingatkan agar keputusan merantau ke ibu kota diambil dengan pertimbangan matang.
“Kondisi ini memang menjadi daya tarik. Tetapi kami berharap masyarakat yang datang sudah memikirkan secara serius, mempersiapkan diri, dan memiliki bekal kemampuan yang memadai,” katanya.
Pemprov DKI Jakarta, lanjut Pramono, terus berupaya menciptakan iklim investasi yang sehat dan membuka peluang kerja di berbagai sektor. Meski demikian, persaingan di Jakarta sangat ketat sehingga hanya mereka yang memiliki keterampilan dan etos kerja tinggi yang mampu bertahan.
Ia pun mengajak para calon pendatang untuk membekali diri dengan pendidikan, pelatihan, serta keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri dan dunia kerja saat ini. Dengan demikian, kehadiran mereka di Jakarta diharapkan dapat berkontribusi positif bagi pembangunan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan pribadi dan keluarga.
“Jakarta terbuka bagi siapa pun yang ingin bekerja, tetapi kesiapan dan kemampuan tetap menjadi kunci utama,” pungkas Pramono.[Int]






