Program Makan Bergizi Gratis Tetap Berjalan Selama Ramadhan

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan.

Puasa Tak Hentikan Program Makan Gratis

JAKARTA, Matanews – Pemerintah memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap dilaksanakan selama bulan Ramadhan 1447 Hijriah dengan sejumlah penyesuaian mekanisme layanan. Penyesuaian tersebut dilakukan agar program strategis nasional itu tetap berjalan tanpa mengganggu pelaksanaan ibadah puasa masyarakat, khususnya peserta didik Muslim.

Keputusan tersebut diambil dalam rapat koordinasi terbatas Kementerian Koordinator Bidang Pangan terkait penguatan implementasi Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG yang digelar di Jakarta, Kamis (29/1/2026).

“Pelaksanaan MBG pada bulan Ramadhan tetap berjalan,” kata Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan.

Zulkifli menjelaskan, penyesuaian mekanisme distribusi dilakukan untuk menjaga ketepatan sasaran sekaligus menghormati praktik ibadah puasa. Bagi peserta didik di wilayah yang mayoritas berpuasa, MBG akan diberikan dalam bentuk makanan kering yang dapat dikonsumsi saat waktu berbuka.

Menurut dia, pendekatan tersebut dipilih agar kebutuhan gizi anak tetap terpenuhi meski waktu konsumsi makanan mengalami perubahan selama Ramadhan.

“Anak sekolah di daerah yang mayoritas menjalankan puasa akan menerima makanan kering yang bisa dikonsumsi saat berbuka,” ujar Zulkifli.

Program
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan.

Sementara itu, bagi sekolah-sekolah di wilayah dengan mayoritas peserta didik non-Muslim atau tidak menjalankan puasa, layanan MBG tetap diberikan seperti hari biasa tanpa perubahan mekanisme.

“Sekolah yang non-Muslim (distribusi MBG) seperti biasa. Ibu hamil, balita juga seperti biasa,” katanya.

Pemerintah juga memastikan layanan MBG bagi kelompok balita, ibu hamil, dan ibu menyusui tetap berjalan normal selama bulan Ramadhan. Kelompok penerima manfaat tersebut dinilai tetap membutuhkan asupan gizi harian secara rutin tanpa terpengaruh oleh perubahan waktu makan.

Adapun untuk lembaga pendidikan berbasis pesantren, pemerintah menyesuaikan waktu distribusi makanan. Penyaluran MBG di pesantren akan digeser ke sore hari agar dapat langsung dikonsumsi saat berbuka puasa.

Zulkifli menegaskan, fleksibilitas tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah menjaga keberlanjutan program sekaligus menghormati nilai-nilai keagamaan masyarakat.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengatakan skema khusus Ramadhan tersebut telah disiapkan oleh satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di daerah. Menurut dia, seluruh SPPG telah diarahkan untuk menyesuaikan pola distribusi dan jenis menu selama bulan puasa.

“Untuk anak sekolah yang puasa, dibagikan saat pulang sekolah untuk berbuka,” kata Dadan.

Ia menambahkan, meskipun dikemas dalam bentuk makanan kering, menu MBG selama Ramadhan tetap dirancang untuk memenuhi standar kecukupan gizi yang telah ditetapkan pemerintah.

Pemerintah menilai keberlanjutan MBG selama Ramadhan penting untuk menjaga konsistensi pemenuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan, sekaligus memastikan dampak ekonomi program tetap berlanjut di tingkat daerah.

Berdasarkan data Kementerian Koordinator Bidang Pangan, hingga akhir Januari 2026 Program MBG telah menjangkau lebih dari 60 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. Program tersebut dilayani oleh 22.091 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi di berbagai daerah.

Selain berdampak pada perbaikan gizi masyarakat, MBG juga berkontribusi besar terhadap penyerapan tenaga kerja. Pemerintah mencatat sebanyak 924.424 tenaga kerja langsung terlibat di SPPG, dengan dukungan 68.551 pemasok bahan pangan serta 21.413 mitra usaha, yang sebagian besar berasal dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.

Pemerintah berharap, dengan penyesuaian mekanisme selama Ramadhan, Program MBG tetap berjalan efektif, berkelanjutan, dan mampu memberikan manfaat sosial maupun ekonomi secara luas. (Int)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *