Purbaya Yakin Keraguan Moody’s Terhadap RI Mereda

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa

 

Purbaya Yakin Keraguan Moody’s Terhadap RI Mereda

Jakarta, MatanewsMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meyakini keraguan lembaga pemeringkat Moody’s Investors Service terhadap perekonomian Indonesia akan berangsur menghilang seiring membaiknya kinerja ekonomi nasional.

Purbaya menilai kekhawatiran Moody’s bersifat sementara dan akan terjawab setelah melihat realisasi pertumbuhan ekonomi ke depan. Menurut dia, sejumlah program pemerintah yang sempat dipertanyakan justru akan mendorong laju ekonomi lebih tinggi dalam jangka menengah.

Moody
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa

“Ekonomi Akan Tumbuh Lebih Cepat. Seiring Waktu, Keraguan Itu Akan Hilang Dengan Sendirinya,” Kata Purbaya Kepada Wartawan Di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat.

Purbaya Berpendapat Penilaian Dengan Outlook Negatif Akan Terlihat Berbeda Apabila Dilakukan Setelah Data Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV-2025 Dirilis. Pada Periode Tersebut, Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,39 Persen Secara Tahunan, Menjadi Capaian Tertinggi Sepanjang 2025.

Meski Angka Itu Sedikit Di Bawah Target Pemerintah Sebesar 5,45 Persen, Purbaya Menilai Tren Pertumbuhan Menunjukkan Arah Positif Dan Mencerminkan Ketahanan Ekonomi Domestik.

Menurut Dia, Fokus Utama Lembaga Pemeringkat Adalah Kemampuan Negara Dalam Memenuhi Kewajiban Pembayaran Utang. Dalam Hal Ini, Purbaya Menegaskan Kondisi Fiskal Indonesia Masih Sangat Memadai.

“Yang Dinilai Itu Sebenarnya Apakah Kita Mampu Dan Mau Membayar Utang. Dua-Duanya Kita Penuhi,” Ujarnya.

Terkait Kekhawatiran Terhadap Program Pemerintah Yang Dinilai Berpotensi Membebani Anggaran, Purbaya Menyatakan Akan Mengawal Ketat Pelaksanaan Dan Penyerapan Anggaran Agar Tepat Sasaran Dan Efisien.

Ia Juga Menyebut Telah Mengantongi Persetujuan Dari DPR Untuk Melakukan Peninjauan Anggaran Kementerian Dan Lembaga Lain. Langkah Ini Dinilai Memberi Ruang Lebih Luas Bagi Pemerintah Untuk Melakukan Koreksi Jika Diperlukan.

Purbaya Mencontohkan Program Makan Bergizi Gratis Yang Akan Terus Dipantau Agar Tidak Menimbulkan Pemborosan Fiskal. Menurut Dia, Efektivitas Program Menjadi Kunci Menjaga Kepercayaan Pasar Dan Lembaga Pemeringkat.

Secara Umum, Purbaya Menilai Pengelolaan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara Bergerak Ke Arah Yang Sehat. Defisit Tetap Terkendali, Sementara Pertumbuhan Ekonomi Terus Didorong Dengan Biaya Yang Relatif Efisien.

Ia Pun Tidak Terlalu Mengkhawatirkan Potensi Penurunan Peringkat Kredit Indonesia. Dibandingkan Negara Sejawat, Kondisi Fiskal Indonesia Dinilai Lebih Stabil, Dengan Prospek Pertumbuhan Yang Terus Ditingkatkan Hingga Mendekati 6 Persen.

Purbaya Menilai Tidak Ada Alasan Kuat Bagi Moody’s Untuk Menurunkan Peringkat Kredit Indonesia Dalam Waktu Dekat.

“Fundamental Ekonomi Kita Sudah Berbalik Arah Dan Akan Terus Membaik. Ke Depan, Saya Yakin Penilaian Akan Lebih Adil,” Tuturnya.

Sebelumnya, Moody’s Mempertahankan Peringkat Kredit Indonesia Di Level Baa2 Dengan Perubahan Outlook Dari Stabil Menjadi Negatif. Dalam Laporannya, Moody’s Menekankan Pentingnya Konsistensi Kebijakan, Komunikasi Publik, Serta Koordinasi Antarkementerian Dan Lembaga.

Moody’s Juga Menyoroti Perlunya Penguatan Basis Penerimaan Negara Untuk Mendukung Belanja Prioritas Dan Menopang Pertumbuhan Ekonomi Jangka Panjang.[Fik]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *