Rakernas MI 2026 Memanas, Baso Juherman: Mosi Tak Percaya Itu Fitnah!

Rakernas Muaythai Ricuh, AD/ART Digugat!

Rakernas Muaythai Indonesia 2026 Jadi Ajang Pembuktian, Kritik Ditepis

JAKARTA, Matanews — Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Muaythai Indonesia 2026 yang digelar di Hotel Bidakara pada 10 April 2026 menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penegasan arah pembinaan olahraga bela diri tersebut ke depan. Ketua Umum Muaythai Indonesia Jawa Timur, Baso Juherman, menilai jalannya organisasi saat ini masih berada dalam koridor Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).

Dalam wawancara usai kegiatan, Baso menegaskan bahwa kepengurusan Pengurus Besar Muaythai Indonesia tetap berjalan normal dan menjalankan program pembinaan sebagaimana mestinya.

Rakernas
Rakernas MI 2026 Memanas, Baso Juherman: Mosi Tak Percaya Itu Fitnah!

“PB Muaythai Indonesia ini sudah berjalan sesuai aturan organisasi. Program tetap berjalan, pembinaan atlet juga terus dilakukan,” ujar Baso.

Bantah Mosi Tidak Percaya

Menanggapi isu mosi tidak percaya yang sempat beredar, Baso mengaku tidak memahami dasar dari gerakan tersebut. Ia menilai tudingan yang disampaikan dalam mosi cenderung mengarah pada fitnah terhadap kepemimpinan organisasi.

“Saya melihat mosi itu tidak berdasar. Bahkan kalau saya boleh berpendapat, itu mengarah ke fitnah terhadap Ketua Umum,” katanya.

Menurutnya, berbagai agenda nasional seperti kejuaraan nasional di Mataram hingga partisipasi dalam ajang internasional seperti SEA Games di Bangkok menjadi bukti bahwa roda organisasi tetap berjalan aktif.

Rakernas
Rakernas MI 2026 Memanas, Baso Juherman: Mosi Tak Percaya Itu Fitnah!

Ia juga menyinggung kehadiran sejumlah pejabat penting dalam Rakernas, seperti Menteri Pemuda dan Olahraga, Ketua KONI, dan Ketua KOI, sebagai bentuk legitimasi terhadap kepengurusan yang ada.

“Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa organisasi ini diakui dan berjalan dengan baik,” ujarnya.

Konsolidasi dan “Era Baru” Muaythai Indonesia

Rakernas tahun ini dihadiri oleh perwakilan dari hampir seluruh provinsi di Indonesia. Baso melihat tingginya partisipasi tersebut sebagai sinyal kuat bahwa pembinaan Muaythai di daerah semakin berkembang.

Ia juga mendukung langkah tegas PB Muaythai Indonesia yang membekukan kepengurusan daerah yang terlibat dalam mosi tidak percaya. Menurutnya, kebijakan tersebut diperlukan untuk menjaga soliditas organisasi.

“Ini menjadi era baru. Peserta Rakernas didominasi pegiat Muaythai yang benar-benar melakukan pembinaan di daerah,” kata Baso.

Rakernas
Rakernas MI 2026 Memanas, Baso Juherman: Mosi Tak Percaya Itu Fitnah!

Ia menilai, semakin banyaknya pusat pelatihan (camp) di daerah akan menciptakan kompetisi yang sehat antar atlet, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan prestasi nasional.

Dorong Prestasi Internasional

Baso optimistis bahwa dengan sistem pembinaan yang semakin terstruktur dan kompetitif, Indonesia memiliki peluang besar untuk meningkatkan prestasi di level internasional.

Menurutnya, kompetisi internal yang ketat menjadi kunci utama dalam melahirkan atlet berkualitas.

“Kalau persaingan di dalam negeri kuat, otomatis prestasi di luar negeri juga akan meningkat,” ujarnya.

Arah Baru: Amatir dan Profesional

Salah satu poin penting dalam Rakernas adalah penyempurnaan AD/ART yang mengatur dua jalur utama dalam pembinaan Muaythai, yakni jalur amatir dan profesional.

Jalur amatir difokuskan pada prestasi di ajang multi-event seperti Pekan Olahraga Nasional (PON) dan kejuaraan resmi lainnya. Sementara jalur profesional disiapkan sebagai jenjang lanjutan bagi atlet berprestasi.

“Profesional ini menjadi tujuan akhir. Atlet yang sudah juara di amatir punya wadah untuk berkarier lebih lanjut,” kata Baso.

Harapan pada Event Profesional

Dalam waktu dekat, Muaythai Indonesia juga berencana menggelar event profesional, salah satunya bertajuk Nyala Combat. Baso menilai ajang ini dapat menjadi pembuktian konkret atas keseriusan organisasi dalam membangun ekosistem olahraga yang berkelanjutan.

Ia berharap kehadiran event profesional mampu meningkatkan kepercayaan publik sekaligus memberikan motivasi tambahan bagi atlet.

“Dengan adanya event profesional, atlet punya tujuan jelas. Tidak berhenti di amatir, tapi bisa berlanjut ke level profesional,” ujarnya.

Baso menambahkan, langkah ini sekaligus menjadi jawaban atas berbagai keraguan yang sempat muncul terhadap kinerja organisasi. (Wly)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *