Satria Safety Utama Dapat Sorotan Positif Dari Gubernur Provinsi Banten
Gubernur Provinsi Banten Apresiasi PJK3
CILEGON, Matanews — Pemerintah Provinsi Banten menggelar Apel Bulan K3 Nasional Provinsi Banten dengan tema “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional yang Profesional, Andal dan Kolaboratif” pada Selasa, 10 Februari 2026. Kegiatan yang berlangsung di Stadion Krakatau Steel, Cilegon, itu dipimpin langsung oleh Gubernur Banten, Andra Soni.
Apel tersebut dihadiri unsur Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Banten, perwakilan perusahaan, Perusahaan Jasa Keselamatan dan Kesehatan Kerja (PJK3), praktisi K3, hingga pemerhati keselamatan kerja di lingkungan Provinsi Banten.
Upacara berlangsung khidmat, diselingi demonstrasi tim tanggap darurat yang memperagakan prosedur penanganan kecelakaan kerja. Di area terpisah, panitia juga menghadirkan ruang pameran K3 yang menampilkan inovasi alat pelindung diri (APD), sistem manajemen keselamatan, serta layanan inspeksi dan riksa uji.
Kunjungan ke Stand PJK3 Lokal
Usai apel dan menyaksikan demo tanggap darurat, Andra Soni berkeliling mengunjungi stand pameran. Salah satu yang disambangi adalah stand PJK3 PT Satria Safety Utama, perusahaan jasa K3 yang berbasis di Banten.
Dalam kunjungannya, Andra menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi PJK3 dalam memperkuat budaya keselamatan kerja di kawasan industri Banten yang terus berkembang.
“Dengan hadirnya PJK3 berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja, peran K3 terutama penggunaan APD di tempat kerja menjadi sangat penting. PT Satria Safety Utama diharapkan membantu memastikan keselamatan dan kesehatan kerja, mengidentifikasi potensi bahaya, melakukan inspeksi, memberikan rekomendasi, serta memastikan kepatuhan perusahaan terhadap peraturan K3,ujar Andra.
Ia juga merujuk Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 4 Tahun 1995 tentang PJK3 yang mengatur mekanisme dan kewenangan perusahaan jasa keselamatan kerja dalam mendukung pengawasan pemerintah.
Menurut Andra, kecelakaan kerja merupakan alarm bahwa sistem perlu diperbaiki baik dari sisi prosedur, peralatan, sumber daya manusia, maupun pengawasan kepatuhan terhadap regulasi.
“Pemerintah berharap angka kecelakaan kerja dapat ditekan dan diminimalisir dengan hadirnya PJK3,” tuturnya.
Komitmen Tekan Angka Kecelakaan
Direktur PT Satria Safety Utama, Intan Putri Agung Arifin, menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Provinsi Banten, khususnya Gubernur dan jajaran Disnakertrans, terhadap penguatan implementasi K3.
Menurut Intan, berdasarkan Permenaker Nomor 4 Tahun 1995, PJK3 memiliki peran strategis dalam melakukan riksa uji baru maupun berkala terhadap peralatan kerja berisiko tinggi, terutama di perusahaan dengan penggunaan alat berat dan mesin industri.
Provinsi Banten, kata dia, memiliki banyak kawasan industri dan perusahaan manufaktur yang berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan kerja bila tidak diawasi secara ketat.
“Kami PJK3 PT Satria Safety Utama akan serius membantu pemerintah menekan angka kecelakaan kerja melalui inspeksi dan uji riksa terhadap alat kerja berisiko. Bila kepatuhan terhadap aturan K3 dipenuhi, bukan hal mustahil Indonesia mencapai visi Indonesia Emas dengan Zero Accident dan Zero Incident,” ujar Intan.
Ekosistem K3 di Kawasan Industri
Sebagai salah satu provinsi dengan konsentrasi industri besar termasuk baja, kimia, dan manufaktur Banten menghadapi tantangan kompleks dalam penerapan keselamatan kerja. Pertumbuhan investasi dan aktivitas produksi harus diimbangi sistem pengelolaan risiko yang profesional dan kolaboratif.
Tema Apel Bulan K3 Nasional tahun ini menekankan pentingnya membangun ekosistem K3 yang tidak hanya bergantung pada pengawasan pemerintah, tetapi juga partisipasi aktif perusahaan, tenaga ahli, dan masyarakat industri.
Apel tersebut menjadi momentum penguatan komitmen bersama antara pemerintah dan pelaku usaha untuk memastikan keselamatan kerja sebagai prioritas utama dalam pembangunan ekonomi daerah.
Dengan sinergi yang diperkuat melalui forum seperti Apel Bulan K3 Nasional, Pemerintah Provinsi Banten berharap tercipta budaya kerja aman dan produktif, sekaligus menekan angka kecelakaan kerja di sektor industri yang terus berkembang. (Slh)







