Sopir Mobil Boks Dipalak Saat Kendaraan Mogok, 2 Pemuda Diciduk Polres Jakbar

Zee
Sopir dan kernet segera meninggalkan lokasi dan menuju Polres Metro Jakarta Barat untuk meminta perlindungan

Sopir Dipalak, Dua Preman Langsung Disergap Polisi!

JAKARTA, Matanews — Insiden pemalakan disertai kekerasan terhadap seorang sopir mobil boks terjadi di kawasan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Sabtu malam, (22/11/2025). Dua pemuda yang diduga sebagai pelaku berhasil diamankan tim Patroli, Pengamanan, dan Pelayanan Masyarakat Terpadu (Pamapta) Polres Metro Jakarta Barat setelah korban melapor.

Peristiwa bermula ketika kendaraan boks bernomor polisi B-9906-TCL mengalami mogok di Jalan Peternakan 3, Kapuk, Cengkareng, sekitar pukul 23.30 WIB. Untuk menghindari kemacetan, sang sopir meminta bantuan beberapa pemuda setempat mendorong kendaraan yang terhenti di tengah jalur lalu lintas.

Menurut Ipda M. Nico Saputra, anggota Pamapta 1 Polres Metro Jakarta Barat, sopir kemudian memberikan uang sebesar Rp20 ribu sebagai tanda terima kasih kepada warga yang telah membantu. Namun, tak lama kemudian, dua pemuda yang tidak terlibat dalam proses tersebut muncul dan menuntut uang tambahan.

“Dua pemuda itu merasa tidak puas dengan jumlah yang diberikan dan meminta bayaran lebih. Ketika sopir menolak, mereka memaksa korban dan kernet turun dari kendaraan,” ujar Nico dalam keterangannya, Senin, (24/11/2025).

polisi
Merasa terancam, sopir dan kernet segera meninggalkan lokasi dan menuju Polres Metro Jakarta Barat untuk meminta perlindungan

Ketegangan meningkat ketika salah satu pelaku tiba-tiba memukul wajah kernet dan mengancam akan menusuk korban jika permintaan mereka tidak dipenuhi. Merasa terancam, sopir dan kernet segera meninggalkan lokasi dan menuju Polres Metro Jakarta Barat untuk meminta perlindungan dan melaporkan tindak pemerasan serta penganiayaan tersebut.

Mendapat laporan itu, tim Pamapta langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penyisiran. Dua pemuda yang sesuai dengan ciri-ciri yang disampaikan korban akhirnya ditangkap tanpa perlawanan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Nico mengatakan, setelah proses mediasi, korban menyatakan bersedia memberikan maaf kepada pelaku. “Korban memilih penyelesaian secara restoratif dan tidak melanjutkan perkara ke ranah hukum formal,” ujarnya.

Meski begitu, polisi menyebut proses pembinaan tetap diberikan kepada para pelaku agar kejadian serupa tidak terulang. (Cha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *