Tiga Petarung Indonesia Siap Guncang MAX Muaythai 2026

Tiga Petarung Indonesia Siap Guncang MAX Muaythai 2026

Merah Putih Siap Berkibar di MAX Muaythai!

JAKARTA, Matanews Tiga atlet Muaythai Indonesia memastikan kesiapan penuh menghadapi panggung internasional MAX Muaythai pada pertengahan Februari 2026. Mereka adalah Tovan Nopian, Edwin Pratama, dan Delfan Dwi Satrio. Ketiganya tampil membawa nama Indonesia di kelas berbeda, dengan misi yang sama: pembuktian di ring internasional.

Di bawah naungan DonTing Management, para petarung ini menjalani persiapan intensif, mulai dari peningkatan teknik, strategi, hingga penguatan fisik dan mental.

MAX Muaythai
Tovan Nopian Siap Ukir Kejutan di MAX Muaythai

Tovan Nopian: Tantangan Mantan Pemegang Belt

Tovan akan bertarung di kelas 61 kilogram pada 16 Februari 2026. Lawannya bukan sosok sembarangan—mantan pemegang sabuk MAX dengan pengalaman panjang di ring internasional.

“Persiapan sudah sangat matang. Ini fight kedua saya di tahun 2026. Latihan disiplin, pola makan dijaga, vitamin dan recovery juga diperhatikan,” ujar Tovan.

Bagi Tovan, menghadapi eks juara bukan sekadar duel teknik, melainkan pertarungan strategi dan ketahanan mental. Pengalaman sang lawan menjadi ujian tersendiri dalam membaca pola serangan dan menjaga stamina hingga ronde akhir.

“Ini tantangan baru. Lawan lebih kaya pengalaman, tapi saya siap memberi kejutan,” katanya.

Tim pelatih menyiapkan pendekatan taktis dengan fokus pada mobilitas, kecepatan kombinasi, serta tekanan agresif sejak awal ronde—karakter yang selama ini menjadi ciri khas Tovan.

MAX Muaythai
Edwin Pratama Bidik Kemenangan Meyakinkan di MAX Muaythai

Edwin Pratama: Optimisme Hadapi Veteran

Di hari yang sama, Edwin Pratama turun di kelas 65 kilogram. Ia menghadapi petarung yang dikenal sebagai “veteran” MAX—sosok dengan jam terbang tinggi dan usia di atas 30 tahun.

Namun Edwin justru melihat pengalaman lawan sebagai celah.

“Saya yakin bisa mengalahkannya dengan mudah. Persiapan maksimal, mental dan fisik siap,” ujar Edwin penuh percaya diri.

Kelas 65 kg dikenal sebagai divisi kompetitif yang menuntut kombinasi kekuatan, kecepatan, dan daya tahan. Tim DonTing Management menekankan penguatan serangan siku dan lutut, serta peningkatan stamina melalui sparring berintensitas tinggi.

Duel ini dipandang sebagai adu generasi: pengalaman melawan energi muda. Edwin membawa agresivitas dan determinasi, berharap mampu merusak ritme permainan taktis lawan.

MAX Muaythai
Delfan Dwi Satrio Matangkan Teknik, Siap Buktikan Diri di MAX Muaythai

Delfan Dwi Satrio: Hapus Label “Duta Draw”

Sehari setelahnya, 17 Februari 2026, Delfan Dwi Satrio naik ring. Ia menyebut persiapannya kali ini difokuskan pada evaluasi kekurangan di laga sebelumnya.

“Persiapan tidak jauh berbeda, tapi saya fokus memperbaiki skill yang masih kurang,” ujarnya.

Delfan menjalani pemusatan latihan di Thailand, memperdalam teknik clinch, kombinasi serangan, serta pemahaman tempo bertarung. Ia menilai latihan di negeri asal Muaythai itu membuatnya lebih matang secara teknis dan mental.

Julukan “duta draw” yang sempat melekat karena beberapa laga berakhir imbang, ingin ia hapus.

“Besok tidak ada draw. Yang ada Delfan pemenangnya,” tegasnya.

MAX Muaythai
Tiga Petarung Indonesia Siap Guncang MAX Muaythai 2026

Misi Merah Putih di Awal Tahun

Partisipasi ketiganya di MAX Muay Thai menjadi momentum penting bagi atlet Indonesia di awal 2026. Ajang ini dikenal mempertemukan petarung elite dari berbagai negara dengan standar kompetisi tinggi.

Lebih dari sekadar pertarungan, Tovan, Edwin, dan Delfan membawa simbol Merah Putih di atas ring. Kemenangan mereka akan memperkuat eksistensi Muaythai Indonesia di panggung global.

Di arena yang keras dan penuh tekanan itu, tiga nama ini mengusung tekad yang sama: membuktikan bahwa petarung Indonesia tak sekadar hadir, tetapi siap bersaing—dan menang. (Wly)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *