Tine Tekankan Pembinaan Berbasis Kesehatan, Muaythai Jawa Barat 2025 Bentuk Tim Medis Khusus

Pengurus Provinsi Muaythai Jawa Barat tengah melakukan langkah strategis untuk memperkuat pembinaan atlet melalui struktur kesehatan

Tine Gaet dr. Maxi, Pembinaan Atlet Naik Kelas!

BANDUNG, Matanews – Pengurus Provinsi Muaythai Jawa Barat tengah melakukan langkah strategis untuk memperkuat pembinaan atlet melalui struktur kesehatan yang lebih profesional. Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua Pengprov Muaythai Jabar, Dewi Kandiati Paramesty Tine Yowargana, mengumumkan penunjukan Anggota Kehormatan Bidang Kesehatan sebagai bagian dari reformasi pembinaan. Keputusan tersebut disampaikan dalam pernyataan resminya pada Rabu, (3/12/2025).

Menurut Tine, sektor kesehatan merupakan fondasi yang selama ini belum ditata secara komprehensif dalam olahraga bela diri tersebut. “Kami menunjuk Anggota Kehormatan Bidang Kesehatan untuk memperkuat struktur pembinaan,” ucapnya. Penunjukan itu dilakukan bersama dr. Maxi, sosok yang selama ini aktif memberikan dukungan kesehatan bagi Muaythai Jawa Barat.

Pembinaan
Pengurus Provinsi Muaythai Jawa Barat tengah melakukan langkah strategis untuk memperkuat pembinaan atlet melalui struktur kesehatan.

Kehadiran Ahli Kesehatan sebagai Fondasi Pembinaan

Tine menegaskan bahwa kehadiran tenaga ahli, terutama dari bidang medis, akan berdampak signifikan terhadap kualitas pendampingan atlet. “Bersama dr. Maxi, kami ingin memastikan atlet mendapat pendampingan kesehatan terbaik,” ujarnya.
Ia menyebut bahwa profesionalisme pembinaan tidak bisa lagi hanya mengandalkan pendekatan teknis dan fisik, melainkan harus berlandaskan riset kesehatan yang mendalam.

Tim Medis Khusus untuk Riset Kesehatan Atlet

Saat ini, Pengprov tengah membentuk tim medis khusus yang akan bekerja secara sistematis. Fokus utamanya adalah melakukan riset dan analisis mendalam terhadap kondisi fisik atlet, mulai dari aspek daya tahan, potensi cedera, hingga kebutuhan gizi.

Pembinaan
Tim ahli medis melakulan screening umum kesehatan seluruh atlit senin (1/12/2025), sebelum nantinya mereka bertanding dihari pertama bk pemprov jabar 2025.

“Penelitian kondisi atlet penting agar pembinaan dilakukan berbasis data,” jelasnya.
Menurut Tine, analisis menyeluruh diperlukan agar pelatih mengetahui pendekatan latihan yang paling efektif, sekaligus meminimalkan risiko cedera.

Unit Dokter dan Paramedis Pertandingan

Selain riset kesehatan, tim medis juga akan membentuk unit dokter dan paramedis khusus pertandingan. Unit ini memiliki mandat memastikan seluruh rangkaian kompetisi berlangsung aman dan sesuai standar kesehatan olahraga.

Pembinaan
Unit Dokter dan Paramedis Pertandingan, selalu siap dan tanggap menangani atlit yang terluka selaa pertandingan.

“Kami siapkan dokter dan paramedis pertandingan yang kompeten,” tegas Tine.
Keberadaan unit ini dianggap penting mengingat intensitas kontak fisik dalam Muaythai membutuhkan respons medis cepat dan terlatih.

Pemulihan Pascapertandingan Jadi Prioritas

Tine menjelaskan bahwa tim medis juga bertanggung jawab terhadap proses pemulihan setelah pertandingan. Ia menilai banyak cedera yang berkembang menjadi masalah jangka panjang karena pemulihan tidak dilakukan dengan standar yang tepat.

“Perawatan pos pertandingan adalah bagian krusial dalam menjaga keberlanjutan performa atlet,” katanya.
Dengan struktur baru ini, setiap atlet diharapkan dapat kembali berlatih dengan lebih aman dan terukur.

Fokus pada Nutrisi dan Gizi Atlet

Selain aspek medis, Pengprov Muaythai Jabar juga menempatkan pemenuhan nutrisi sebagai prioritas. “Nutrisi dan gizi yang tepat adalah kunci performa maksimal,” ujar Tine.
Standar konsumsi atlet akan disusun secara ilmiah agar mendukung stamina, imunitas, dan daya tahan selama menjalani latihan intensif.

Arah Pembinaan yang Lebih Profesional

Melalui berbagai langkah tersebut, Tine menegaskan bahwa Muaythai Jawa Barat berkomitmen membangun sistem pembinaan yang lebih profesional. “Kami ingin memastikan atlet selalu dalam kondisi prima,” ucapnya.

Ia berharap kehadiran tim medis khusus dapat menjadi tonggak baru dalam peningkatan daya saing atlet Muaythai Jabar, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Ini komitmen kami untuk membangun muaythai lebih profesional dan berdaya saing tinggi,” tutupnya. (Dtw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *