TNI-Rakyat Bangun Jembatan Gantung Pasaman

TNI-Rakyat Bangun Jembatan Gantung Pasaman

PASAMAN,Matanews — Semangat kebersamaan antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat kembali menguat dalam pembangunan Jembatan Gantung Equator di Jorong Kampung Alai, Nagari Ganggo Mudik, Kecamatan Bonjol, Kabupaten Pasaman, wilayah teritorial Kodim 0305/Pasaman, Selasa (10/2/2026). Jembatan tersebut menjadi akses vital mobilitas warga yang selama ini bergantung pada jalur terbatas dan rawan saat musim hujan.

TNI

Pembangunan jembatan dikerjakan secara gotong royong dengan melibatkan berbagai unsur. TNI menerjunkan tujuh personel, terdiri dari empat personel Kodim 0305/Pasaman, dua personel Pusziad, dan satu personel Zidam. Kegiatan ini juga didukung aparatur pemerintahan nagari, masyarakat setempat, serta personel Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Pasaman.

Didukung cuaca cerah sejak pagi hingga sore hari, pekerjaan difokuskan pada pengurugan pondasi tiang pylon tepi dekat serta pengecoran tahap kedua pondasi tiang pylon tepi dekat, yang menjadi bagian penting struktur utama jembatan.

TNI

Sejumlah pekerjaan awal telah diselesaikan 100 persen, meliputi pembersihan lahan, penentuan titik nol, penggalian tiang pylon tepi dekat dan tepi jauh, serta pembuatan galian pondasi angkur. Sementara itu, progres mobilisasi material telah mencapai 59 persen, pemasangan bowplank 43 persen, pengurugan pondasi tiang pylon 24 persen, dan pemasangan pondasi tiang pylon tepi dekat 42 persen.

Tahapan lanjutan, seperti pembentangan seling, pemasangan gelagar, pemasangan papan lantai, hingga pengecatan jembatan, akan dilaksanakan secara bertahap sesuai perencanaan teknis.

Secara keseluruhan, progres pembangunan Jembatan Gantung Equator hingga saat ini telah mencapai 18,45 persen. Komandan Kodim 0305/Pasaman menyampaikan bahwa pembangunan ini merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dan rakyat dalam mendukung percepatan pembangunan wilayah.

“Ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur, tetapi simbol sinergi dan kebersamaan. TNI hadir bersama rakyat untuk membuka akses, memperkuat konektivitas, dan mendorong kemajuan desa,” ujarnya.

Kehadiran jembatan ini diharapkan mampu memperlancar aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial masyarakat Kampung Alai, sekaligus menjadi bukti nyata bahwa pembangunan desa dapat tumbuh kuat melalui kolaborasi antara aparat dan warga. [Int]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *