Tol Padang–Pekanbaru Seksi Sicincin–Bukittinggi Dibagi Dua Segmen
Tol Padang–Bukittinggi Dibelah Dua
PADANG, Matanews — Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum berencana membagi pembangunan Jalan Tol Padang–Pekanbaru, khususnya seksi Sicincin–Bukittinggi, menjadi dua segmen utama. Pembagian tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan karakteristik medan yang dinilai memiliki tingkat kompleksitas tinggi.
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi mengatakan, dua segmen tersebut masing-masing adalah Segmen Sicincin atau Kayu Tanam–Padang Panjang sepanjang 20,3 kilometer dan Segmen Bukittinggi–Padang Panjang sepanjang 19,71 kilometer. Total panjang ruas tol yang direncanakan mencapai 40,01 kilometer.

“Pembangunannya direncanakan dua segmen utama, yakni Segmen Sicincin atau Kayu Tanam–Padang Panjang sepanjang 20,3 kilometer dan Segmen Bukittinggi–Padang Panjang sepanjang 19,71 kilometer,” kata Mahyeldi di Kota Padang, Kamis (5/2/2026).
Masing-masing segmen akan dilengkapi satu simpang susun atau interchange guna mendukung konektivitas antarwilayah di Sumatera Barat, khususnya antara kawasan pesisir dan daerah dataran tinggi.
Berdasarkan kajian Kementerian Pekerjaan Umum bersama instansi terkait, kebutuhan anggaran untuk pembangunan seksi Sicincin atau Kayu Tanam–Bukittinggi diperkirakan mencapai Rp25,23 triliun. Nilai tersebut mencerminkan tingkat kesulitan konstruksi yang cukup tinggi akibat kondisi geografis dan topografi wilayah.
“Perencanaannya akan disesuaikan dengan kondisi medan yang memiliki kompleksitas tinggi,” ujar Mahyeldi.
Khusus pada seksi Sicincin atau Kayu Tanam–Padang Panjang, proyek tol direncanakan dilengkapi dua terowongan dengan total panjang mencapai 5,85 kilometer. Terowongan pertama memiliki panjang sekitar 5,5 kilometer, sementara terowongan kedua sepanjang 0,35 kilometer.
Selain terowongan, sistem pembangunan jalan pada trase tersebut menggunakan skema kombinasi. Sepanjang 4,45 kilometer direncanakan berada di atas permukaan tanah, sekitar 10 kilometer berupa jembatan, dan sisanya berupa terowongan.
Sementara itu, pada seksi Bukittinggi–Padang Panjang, pembangunan jalan tol direncanakan menggunakan skema di atas permukaan tanah sepanjang 17 kilometer dan jembatan sepanjang 2,71 kilometer.
Menurut Mahyeldi, kondisi medan yang kompleks serta kebutuhan pembangunan terowongan menuntut adanya survei dan analisis yang komprehensif sebagai dasar perencanaan teknis. Saat ini, kata dia, survei topografi telah selesai dilaksanakan oleh tim teknis.
“Mengingat karakteristik medan yang cukup kompleks dan membutuhkan terowongan, maka diperlukan survei dan analisis yang komprehensif sebagai dasar perencanaan. Saat ini survei topografi sudah selesai dilaksanakan,” katanya.
Tahapan berikutnya adalah survei geoteknik berupa boring investigation atau penyelidikan tanah melalui pengeboran vertikal. Survei tersebut direncanakan berlangsung mulai pertengahan Februari hingga awal Mei 2026.
Namun, pelaksanaan survei geoteknik masih menunggu terbitnya izin memasuki kawasan hutan lindung dari kementerian terkait. Tanpa izin tersebut, tim survei belum dapat melakukan pekerjaan di lapangan.
“Dengan syarat izin memasuki hutan lindung sudah keluar dari kementerian terkait. Jika itu belum terbit, tim survei belum bisa bekerja,” ujar mantan Wali Kota Padang itu.
Pembangunan Tol Padang–Pekanbaru diharapkan menjadi pengungkit konektivitas dan pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat, sekaligus mempercepat mobilitas barang dan orang antarwilayah di Pulau Sumatera. (Int)






