Wakapolri Pantau DVI, Peralatan Dicek Satu-Satu!
Wakapolri Sidak Posko DVI, Kerja Cepat Dituntut!
PADANG, Matanews – Wakapolri Komjen Pol Prof. Dr. Dedi Prasetyo meninjau Posko Antemortem Disaster Victim Identification (DVI) Pusdokkes Polri di Polda Sumatera Barat pada Kamis pagi, (4/12/2025). Kunjungan yang berlangsung sejak pukul 08.30 hingga 10.00 WIB itu dilakukan untuk memastikan kesiapan personel, prosedur, serta kelengkapan peralatan dalam mendukung proses identifikasi korban pascabencana yang melanda wilayah tersebut.
Dalam peninjauan tersebut, Wakapolri menerima paparan dari jajaran Pusdokkes Polri dan pejabat terkait mengenai perkembangan terakhir pengumpulan data antemortem, mekanisme alur identifikasi, hingga hambatan teknis yang tengah dihadapi tim di lapangan. Seluruh informasi yang disampaikan menjadi bahan evaluasi untuk mempercepat proses identifikasi tanpa mengurangi ketelitian yang menjadi standar kerja Tim DVI.

“Kegiatan ini menunjukkan komitmen pimpinan Polri untuk memastikan seluruh layanan kemanusiaan berjalan maksimal, terutama yang berkaitan dengan penanganan korban bencana,” ujar Wakapolri dalam keterangannya.
Ia menegaskan bahwa Polri terus mengerahkan kemampuan terbaik, termasuk dukungan tenaga ahli dan peralatan identifikasi, agar proses penanganan korban dapat berjalan efektif. Menurutnya, kecepatan dalam mengidentifikasi korban tidak boleh mengorbankan akurasi yang menjadi prinsip utama tim di lapangan.

“Tim DVI bekerja dengan standar internasional dan terus berkoordinasi dengan semua pihak di lapangan. Harapannya, proses identifikasi bisa berlangsung lancar dan memberikan kepastian bagi para keluarga korban,” tambahnya.
Kunjungan Wakapolri juga dimaksudkan sebagai dukungan moral kepada seluruh personel yang menjalankan tugas di tengah tekanan situasi bencana. Ia menekankan pentingnya menjaga ketenangan, profesionalitas, dan ketelitian dalam setiap tahapan kerja, mengingat identifikasi korban merupakan aspek sensitif yang menyangkut kepastian bagi keluarga.

Dengan adanya evaluasi langsung dari pimpinan Polri ini, proses identifikasi diharapkan berjalan lebih terkoordinasi dan sesuai standar operasional, sehingga layanan kemanusiaan bagi para korban dapat terselesaikan secara cepat, akurat, dan berintegritas.(Int)






