Seni Muay Thai Pecah, Arena BK Jabar 2025 Gempar!

Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi (BK Pemprov) Jawa Barat 2025 kembali menghadirkan dinamika menarik di arena seni Muay Thai

Aksi Seni Wai Kru Bikin Penonton Berdiri

BANDUNG, Matanews — Hari kedua rabu (4/12/2025) Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi (BK Pemprov) Jawa Barat 2025 kembali menghadirkan dinamika menarik di arena seni Muay Thai. Para peserta dari berbagai kabupaten dan kota tampil mempertontonkan keragaman gerak yang berakar pada tradisi, sekaligus berupaya menyesuaikan diri dengan regulasi baru yang diterapkan oleh federasi IPMA.

Seusai pertandingan, Arbi Nuralamsyah dewan juri bidang seni yang ditemui tim media Matanews menjelaskan bahwa prioritas penilaian tahun ini bukan semata ketepatan teknik, tetapi juga kemampuan atlet menjaga identitas budaya Muay Thai. “Ini cabang olahraga yang punya akar budaya kuat. Jadi bukan sekadar menilai teknik atau kekuatan, tapi juga bagaimana nilai budaya itu tetap hidup dalam penampilan,” ujar Arbi, Rabu (4/12/2025).

Seni
Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi (BK Pemprov) Jawa Barat 2025 kembali menghadirkan dinamika menarik di arena seni Muay Thai.

Regulasi Baru Mewarnai BK Pemprov 2025

Tiga kategori yang diperlombakan Wai Kru Muay-Muay (Muay Boran), Vaig/Boran, dan Muay Aerobic masing-masing memiliki parameter penilaian yang berbeda.

Pada kategori Wai Kru, juri menilai enam komponen utama: fluiditas, keanggunan, kelengkapan postur, keaslian gerak, kesinambungan irama, serta kesesuaian pakaian tradisional.

Sementara dalam Boran, penilaian dibagi antara elemen Wai Kru (35 poin) dan Vaig (65 poin). Bagian Vaig menekankan aspek keamanan, akurasi, kecepatan, aksi-reaksi, power, dan teknik jurus yang telah ditetapkan.

“Di Boran, isu utamanya adalah akurasi jurus. Banyak peserta masih salah memaknai beberapa teknik dasar. Ini pekerjaan rumah kami untuk pemerataan berikutnya,” tuturnya.

Muay Aerobic: Ciri Khas Jabar yang Kini Masuk PON

Muay Aerobic kategori seni yang digagas di Jawa Barat sejak 2017 oleh Ibu Ngopianti Maulani kembali menjadi sorotan di BK Pemprov 2025. Meski tidak dikenal di Thailand, kategori ini telah resmi masuk taraf PON dan menjadi identitas kuat Pengprov Jabar.

“Muay Aerobik itu identik Jabar, dan sekarang sudah dipertandingkan di PON. Walaupun kemarin kita belum dapat emas, tapi ini bukti bahwa Jabar jadi pelopor,” ujarnya.

Seni
Arbi Nuralamsyah dewan juri bidang seni yang ditemui tim media Matanews menjelaskan bahwa prioritas penilaian tahun ini bukan semata ketepatan teknik.

Kreativitas Peserta Mengalir, Tetapi Pakem Harus Dijaga

Pertandingan yang berlangsung sejak pagi menampilkan berbagai gaya, improvisasi, dan rangkaian gerak dari para kontingen. Namun juri menegaskan bahwa kreativitas hanya boleh dilakukan jika tidak keluar dari pakem tradisi.

“Supaya tidak salah arah, kita harus tahu pakemnya dulu. Wai Kru itu fondasi. Kreativitas boleh saja, tetapi tetap dalam regulasi. Di kategori seni memang tidak ada nilai kreativitas, tapi variasi boleh selama tidak keluar dari aturan,” katanya.

Kesalahan Umum dan Tantangan Peserta

Dari keseluruhan penampilan, juri mengakui masih banyak peserta yang kurang memahami batasan teknik. Kesalahan umum meliputi gerak dasar yang tidak sesuai, irama yang tidak konsisten, serta pakaian yang tidak memenuhi standar.

“Ini tanda bahwa pemerataan pelatihan harus ditingkatkan. Saya sudah lakukan workshop beberapa bulan terakhir, dan itu akan diperluas supaya seluruh kontingen mendapat pemahaman yang sama,” ujarnya.

Atmosfer Emosional di Hari Pertandingan

Meski terdapat kekurangan teknis, juri tak menutupi rasa bangganya terhadap perkembangan peserta. Hampir seluruh atlet seni yang tampil hari ini pernah mengikuti workshop yang ia ampu.
“Terharu melihat perkembangan mereka. Bukan soal siapa menang atau kalah, tapi bagaimana seluruh peserta mulai memahami ruh Muay Thai itu sendiri,” katanya.

Pesan untuk Atlet dan Pelatih Jelang PON 2026

Menutup wawancara, ia memberikan pesan bagi para atlet agar tetap rendah hati dan disiplin. “Yang penting atlet itu nurut ke pelatih. Jangan sombong. Banyak bertanya, jangan hanya meniru dari YouTube. Kalau ada workshop resmi, ikuti. Jangan lelah belajar,” katanya.

BK Pemprov Jabar 2025 menjadi momentum penting untuk mematangkan kualitas atlet seni Muay Thai sebelum melangkah menuju seleksi lanjutan dan persiapan PON mendatang. (Dtw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *