Target PORPROV 2026, Atlet Rifki Gas Terus!

Ia adalah Rifki, atlet dari kota bandung kelas 73 kilogram yang kembali aktif dalam dunia muaythai setahun terakhir.

Pesan Rifki kepada para atlet : Latihan Terus, Jangan Kendor Sampe PORPROV 2026!

BANDUNG, Matanews — Di tengah atmosfer kompetitif para atlet  Babak Kualifikasi Muaythai menuju PORPROV Jawa Barat 2026, seorang atlet asal Kota Bandung tampil menonjol dengan dedikasi ganda sebagai anggota dinas dan petarung ring. Ia adalah Rifki, atlet kelas 73 kilogram yang kembali aktif dalam dunia muaythai setahun terakhir.

Dalam wawancara usai pertandingan, Rifki mengisahkan perjalanan panjangnya menekuni seni bela diri asal Thailand tersebut. “Saya sebenarnya sudah terjun di muaythai jauh sebelum bekerja di institusi sekarang. Jadi ketika ada kesempatan kembali aktif, saya langsung ambil,” ujarnya.

Rifki
Ia adalah Rifki, atlet dari kota bandung kelas 73 kilogram yang kembali aktif dalam dunia muaythai setahun terakhir.

Meski bertugas di kedinasan yang penuh tanggung jawab, Rifki menuturkan bahwa dirinya tetap mendapat dukungan penuh dari institusi tempat ia bekerja. “Alhamdulillah pihak kantor memberi ruang untuk saya berlatih. Itu sangat membantu,” katanya.

Rifki mengakui bahwa ritme latihan dan tugas kedinasan harus berjalan seimbang. Latihan rutin, menjaga fisik, serta komitmen terhadap jam dinas menjadi tantangan tersendiri. Namun, hal itu tidak mengurangi motivasinya untuk tampil maksimal dalam BK Muaythai tahun ini.

Ketika ditanya mengenai targetnya bila berhasil lolos menuju PORPROV 2026, Rifki menjawab singkat namun mantap. “Harapannya lebih baik dari yang sekarang,” ujarnya, menandai tekadnya untuk meningkatkan performa di level kompetisi yang lebih tinggi.

Menutup wawancara, ia memberikan pesan untuk masyarakat dan para atlet muda yang ingin mengikuti jejaknya. “Semangat, jangan lupa latihan. Terus latihan dan tetap semangat,” katanya.

Dengan dukungan institusi, disiplin latihan, serta niat kuat untuk berkembang, Rifki menjadi gambaran atlet yang bertarung tak hanya di atas ring, tetapi juga melawan keterbatasan waktu dan tanggung jawab pekerjaan. (Dtw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *