Ratu Galuh Pakuan: Seni Muaythai Bukan Kelas Murahan!

balik hiruk pikuk pertandingan, kehadiran sosok Noviyanti Maulani Silviadi dikenal sebagai Ratu Lembaga Adat Karatwan (LAK) Galuh

Kelas Seni Meledak! Ratu LAK Galuh Pakuan Dorong Pembinaan Cepat

BANDUNG, Matanews — Riuh rendah suara tepuk tangan memenuhi GOR KONI Bandung saat rangkaian pertandingan Babak Kualifikasi (BK) PORPROV Muaythai Jawa Barat memasuki hari-hari krusialnya. Namun di balik hiruk pikuk pertandingan, kehadiran sosok Noviyanti Maulani Silviadi dikenal sebagai Ratu Lembaga Adat Karatwan (LAK) Galuh Pakuan menjadi perhatian tersendiri. Berbalut busana khas dengan aura karismatik, ia duduk di tribun tamu undangan, menyaksikan dengan saksama pertandingan demi pertandingan.

Dalam wawancara eksklusif, Noviyanti mengungkap alasan kehadirannya di arena Muaythai. “Saya hadir sebagai bentuk dukungan moral dan kultural terhadap perkembangan Muaythai di Jawa Barat,” ujarnya. Selain menjabat sebagai Ratu adat, ia juga merupakan pembina Muaythai Seni di Jawa Barat, posisi yang membuatnya merasa memiliki kewajiban untuk memastikan olahraga ini berkembang tidak hanya fisiknya, tetapi juga nilai-nilai karakternya.

Galuh
balik hiruk pikuk pertandingan, kehadiran sosok Noviyanti Maulani Silviadi dikenal sebagai Ratu Lembaga Adat Karatwan (LAK) Galuh pakuan.

Tradisi Galuh Pakuan dan Muaythai: Dua Roh, Satu Napas

Noviyanti menyebut Muaythai dan tradisi Galuh Pakuan memiliki irisan filosofis yang kuat: kedisiplinan, kehormatan, dan ketangguhan. Tradisi Galuh Pakuan, katanya, selalu menekankan spiritualitas, budi pekerti, dan keteguhan hati. Sementara Muaythai melatih fisik dan mental secara beriringan.

“Keduanya saling melengkapi dalam pembentukan generasi muda,” ucapnya.

Salah satu visi besar Lembaga Adat Karatwan adalah mengembalikan peradaban Sunda lama ke ruang masa kini, agar dapat menjadi pedoman karakter bagi generasi muda. “Kami ingin menciptakan manusia unggul—raja-raja dalam berbagai sektor. Olahraga justru menjadi ruang implementasi nilai-nilai itu,” tutur Noviyanti.

Seni dalam Muaythai: “Inilah Ruhnya”

Di BK PORPROV tahun ini, Kelas Seni menjadi salah satu magnet perhatian. Gerak ritmis Wai Kru, koreografi Mai Muay, hingga Muay Aerobik menjadi sajian berbeda di tengah dominasi pertandingan tarung. Bagi Noviyanti, kehadiran seni bukan pelengkap, melainkan fondasi.

“Unsur seni adalah ruh dari Muaythai. Wai Kru dan kelas seni bukan sekadar pertunjukan—itu penghormatan kepada guru, leluhur, dan bumi,” katanya tegas.

Ia bahkan melihat adanya irisan sejarah antara seni Muaythai dan seni bela diri Nusantara. “Nusantara dulu mencakup Asia Tenggara hingga Madagaskar. Banyak kesamaan akar budaya, termasuk kemiripan gerak dengan benjang buhun Sunda.” Menurutnya, seni dalam Muaythai mengajarkan satu pelajaran penting: kekuatan tidak berlaku tanpa etika. “Prestasi tertinggi itu adalah etika,” ujarnya.

Generasi Muda dan Muaythai

Galuh
balik hiruk pikuk pertandingan, “Jawa Barat sepertinya tidak akan pernah kekurangan atlet, baik kualitas maupun kuantitas. Dari hulu ke hilir pembinaannya bergerak serempak,” ujar Ratu.

Sebagai figur adat, Noviyanti melihat tren meningkatnya anak muda yang menekuni Muaythai—baik kelas fighter maupun seni—sebagai perkembangan positif.

“Muaythai bukan hanya tentang keberanian, tetapi juga disiplin dan fokus. Yang penting mereka dibina dengan benar—agar keberanian tidak berubah menjadi agresi, tapi karakter yang tangguh dan tetap asih,” katanya. Pihaknya melalui LAK Galuh Pakuan rutin menjalankan program pembinaan generasi muda berdasarkan tiga unsur: jiwa yang tangguh, raga yang kuat, dan rasa yang asih. Muaythai, menurutnya, adalah salah satu jalan paling efektif untuk membentuk ketiga unsur tersebut.

Antusiasme Atlet: “Jawa Barat Tidak Akan Kehabisan Bibit”

Saat diminta menilai penyelenggaraan BK, wajah Noviyanti tampak sumringah. Ia menilai atmosfer pertandingan menunjukkan bahwa ekosistem pembinaan di Jawa Barat hidup dan terarah.

“Jawa Barat sepertinya tidak akan pernah kekurangan atlet, baik kualitas maupun kuantitas. Dari hulu ke hilir pembinaannya bergerak serempak,” ungkapnya.

Kelas Seni: Ruang yang Harus Diperkuat

Dalam pembahasan mengenai masa depan Muaythai Jabar, Noviyanti menekankan satu hal: kelas seni harus menjadi agenda prioritas. Meski jumlah peserta terus berkembang—dari hanya 2 pengcab (2020), naik menjadi 6 pengcab (PORPROV 2023), dan kini 16 pengcab pada BK 2025—ia menilai pembinaan kelas seni belum merata.

“Kami butuh lebih banyak try out ke Thailand dan workshop bersama. Bila ekosistemnya merata, Jawa Barat tidak akan pernah kekurangan atlet seni,” ujarnya. LAK Galuh Pakuan, yang memiliki jaringan sanggar budaya di banyak kabupaten/kota, menyatakan siap bersinergi dengan pengprov, pengcab, hingga pengkot untuk memperkuat kelas seni.

Pesan untuk Atlet dan Pengurus: “Kelas Seni Bukan Kelas Hiburan”

Menutup perbincangan, Noviyanti memberikan pesan tegas kepada seluruh pegiat Muaythai Jawa Barat.

“Hilangkan anggapan bahwa kelas seni hanya kelas hiburan. Proses latihannya sama beratnya—fisik, teknik, olah tubuh, koreografi, tempo. Kelas seni butuh perhatian yang sama besar dengan kelas lainnya.” Ia menegaskan bahwa seni dan olahraga harus berjalan seimbang. “Muaythai adalah perpaduan kekuatan dan etika. Yang satu tidak boleh berdiri tanpa yang lain.” (Wly)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *