Rano Karno Imbau Warga Jakarta Waspada Ancaman “Super Flu”
Rano Karno Wanti-wanti Ancaman Super Flu
JAKARTA, Matanews — Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penularan penyakit yang populer disebut sebagai “super flu”. Meski hingga kini belum terdeteksi masuk ke Indonesia, Rano menilai langkah antisipasi tetap perlu dilakukan sejak dini.
“Soal super flu yang sedang dikhawatirkan. Informasi penularannya memang belum masuk ke Indonesia, namun kita tetap harus waspada,” kata Rano saat menyambangi Kantor Pemerintah Kota Jakarta Barat, Senin (5/1/2026)
Rano menjelaskan, super flu merupakan istilah populer yang digunakan masyarakat untuk menggambarkan flu dengan gejala lebih berat, penyebaran lebih cepat, atau dampak yang lebih luas dibandingkan flu biasa. Istilah tersebut bukan terminologi medis resmi, namun kerap digunakan untuk memudahkan pemahaman publik.

Menurut Rano, meskipun belum ditemukan kasus di Tanah Air, upaya pencegahan harus menjadi perhatian bersama. Salah satu langkah sederhana yang bisa dilakukan adalah menggunakan masker saat bepergian, terutama di ruang publik.
“Penyakit seperti ini kan sifatnya penyakit pendatang,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kata Rano, juga akan meningkatkan pemantauan terhadap wisatawan maupun warga yang baru kembali dari luar negeri. Pemantauan akan dilakukan sejak pintu masuk, terutama bandara, sebagai bagian dari upaya pencegahan dini.
“Nanti kalau saudara-saudara kita pulang liburan dari luar negeri, saat tiba di bandara harus ada pemantauan. Ini memang kegiatan rutin, tapi kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan,” kata dia.
Secara terpisah, Praktisi Kesehatan Masyarakat dr. Ngabila Salama menegaskan bahwa super flu bukan istilah medis resmi. Menurutnya, istilah tersebut lebih banyak digunakan oleh media atau masyarakat untuk menggambarkan flu yang terasa lebih berat, berlangsung lebih lama, atau lebih mudah menular dibandingkan flu musiman.
“Istilah ini dipakai media atau publik untuk menggambarkan flu yang terasa lebih berat, lebih lama, atau lebih mudah menular dari flu biasa,” kata Ngabila.
Ngabila menyebutkan sejumlah langkah praktis yang dapat dilakukan masyarakat untuk mencegah risiko flu berat. Langkah pertama adalah vaksinasi influenza tahunan yang aman dan tidak menyebabkan flu.

“Vaksinasi sangat dianjurkan, terutama untuk keluarga dan pekerja publik,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menganjurkan penggunaan masker saat sedang flu atau berada di kerumunan, serta membiasakan diri mencuci tangan secara rutin. Faktor istirahat dan kesehatan mental juga dinilai berperan penting dalam menjaga daya tahan tubuh.
“Tidur cukup dan kelola stres. Imunitas sangat bergantung pada ini,” kata Ngabila.
Ia menambahkan, pola makan bergizi dan kecukupan cairan juga tidak kalah penting. Asupan makanan seimbang yang mengandung protein, sayur, dan buah perlu dijaga agar daya tahan tubuh tetap optimal.
“Jangan cuma karbohidrat. Tubuh butuh protein, sayur, dan buah agar imun tetap kuat,” ujarnya.(Int)






