Rupiah Menjauh dari Rp17.000, Dolar Bertahan di Rp16.800

Rupiah (Ist)

Rupiah Menguat

JAKARTA, Matanews Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali menjauh dari ambang psikologis Rp17.000 pada perdagangan akhir pekan. Mata uang Garuda mampu bertahan di kisaran Rp16.800 per dolar AS pada Jumat (23/1/2026), di tengah tekanan global dan pelemahan pasar saham domestik.

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar dolar AS pada pukul 09.05 WIB berada di level Rp16.847 per dolar, melemah 49 poin atau sekitar 0,29% dibandingkan posisi penutupan sebelumnya. Dolar AS dibuka di level Rp16.853 pada perdagangan pagi ini, dengan pergerakan intraday di kisaran Rp16.843 hingga Rp16.857.

Pergerakan rupiah yang relatif stabil menunjukkan adanya upaya menjaga keseimbangan di pasar valuta asing, meskipun sentimen global masih dibayangi ketidakpastian arah kebijakan moneter negara maju serta fluktuasi arus modal asing.

Rupiah yang mampu menjauh dari Rp17.000 memberi ruang napas bagi pelaku pasar, terutama sektor yang sensitif terhadap nilai tukar.

Namun, penguatan terbatas rupiah belum diikuti oleh pergerakan positif di pasar saham. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru membuka perdagangan di zona merah dan terus bergerak melemah menjelang akhir pekan.

IHSG
IHSG (Ist)

Data RTI menunjukkan, pada pukul 09.35 WIB IHSG berada di level 8.918,30, turun 0,82% atau 73,87 poin. Pada pembukaan, IHSG sempat berada di level 9.031,49, dengan level tertinggi 9.039,66 dan terendah 8.868,39.

Aktivitas perdagangan saham terpantau cukup ramai. Volume transaksi mencapai Rp18,40 miliar saham dengan nilai transaksi atau turnover sebesar Rp8,51 triliun dan frekuensi transaksi sebanyak 999.785 kali. Dari sisi pergerakan saham, tercatat 138 saham menguat, 449 saham melemah dan 119 saham stagnan, mencerminkan tekanan jual yang masih dominan di pasar.

Sementara itu, pergerakan bursa Asia menunjukkan kecenderungan yang lebih positif. Indeks Nikkei di Jepang menguat 0,35% Hang Seng di Hong Kong naik 0,46%, dan Shanghai Composite Index menguat 0,28%. Penguatan bursa regional ini kontras dengan pelemahan IHSG, yang mengindikasikan sentimen domestik masih dibayangi kehati-hatian investor.

Dengan rupiah yang bertahan di kisaran Rp16.800 dan IHSG yang masih tertekan, pelaku pasar kini mencermati arah kebijakan ekonomi global serta respons otoritas domestik dalam menjaga stabilitas nilai tukar dan pasar keuangan menjelang penutupan pekan perdagangan. (Yor)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *