Tim SAR Tambah 4 Alat Berat Demi Percepat Pencarian Korban Hilang
Basarnas Kerahkan Total 17 Alat Berat
BANDUNG, Matanews — Tim SAR gabungan menambah kekuatan alat berat untuk mempercepat pencarian 32 korban yang masih tertimbun material longsor di Kampung Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Penambahan ini dilakukan seiring meningkatnya kompleksitas medan dan terbatasnya waktu pencarian akibat kondisi cuaca yang tidak menentu.
Direktur Operasi Basarnas Bramantyo mengatakan, pada hari ketujuh operasi pencarian, tim SAR mengerahkan empat unit alat berat tambahan, sehingga total alat berat yang beroperasi di lokasi bencana kini mencapai 17 unit. Alat berat tersebut terdiri dari ekskavator, loader, dan dozer yang difokuskan untuk membuka timbunan tanah serta memindahkan material longsoran berskala besar.
“Setelah apel pagi, kami langsung membagi tim ke sektor-sektor yang sudah ditentukan. Sejak dini hari juga ada tambahan empat alat berat, sehingga total saat ini menjadi 17 unit yang bekerja di lapangan,” ujar Bramantyo di Bandung Barat, Rabu (28/1/2026).

Menurut Bramantyo, pencarian hari ini dipusatkan pada tiga sektor utama, yakni A1, A2, dan B3, serta satu sektor tambahan A3 yang berada di area lebih tinggi, tepatnya di dekat kaki Gunung Burangrang. Sektor A3 dinilai memiliki potensi besar karena berdasarkan hasil pemetaan awal dan keterangan saksi, wilayah tersebut diduga menjadi jalur luncuran material longsor.
Namun demikian, upaya pencarian tidak berjalan tanpa hambatan. Kabut tebal dan hujan deras yang mengguyur kawasan Pasirlangu sejak Selasa (27/1/2026) malam membuat jarak pandang terbatas dan meningkatkan risiko pergerakan tanah susulan. Kondisi ini memaksa tim SAR menyesuaikan ritme kerja demi menjaga keselamatan personel.
“Kami harus sangat berhati-hati. Cuaca menjadi faktor utama yang mempengaruhi kecepatan pencarian. Jika hujan turun dengan intensitas tinggi, kami terpaksa menghentikan sementara aktivitas alat berat,” kata Bramantyo.

Hingga Rabu pagi, jumlah korban yang belum ditemukan masih 32 orang. Sebelumnya, tim SAR gabungan telah mengevakuasi 48 kantong jenazah dari lokasi longsor. Seluruh jenazah tersebut telah diserahkan kepada Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat untuk proses identifikasi lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian menambahkan, selain penguatan sarana dan prasarana, tim SAR juga mendapatkan dukungan kesehatan bagi para personel yang bertugas di lapangan. Dukungan tersebut datang dari Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan setempat berupa vaksinasi dan pemberian vitamin.
“Kami mendapat bantuan vaksin dan vitamin untuk menjaga kondisi fisik tim pencari. Ini sangat penting mengingat mereka bekerja di medan berat, cuaca ekstrem, dan risiko tinggi,” ujar Ade.

Tak hanya itu, tim medis juga disiagakan secara penuh di setiap sektor pencarian. Tenaga kesehatan ditempatkan untuk mengantisipasi kondisi darurat, seperti kelelahan, hipotermia, hingga potensi cedera akibat tertimpa material longsor.
“Di setiap sektor ada tim dokter dan paramedis. Jadi bila terjadi kondisi darurat terhadap personel, penanganan bisa langsung dilakukan di lokasi,” katanya.
Terkait durasi operasi pencarian, Ade menyebut pemerintah daerah mengusulkan masa pencarian dilakukan selama 14 hari sejak kejadian longsor. Meski demikian, sesuai prosedur, akan dilakukan evaluasi pada hari ketujuh, yakni Jumat (30/1/2026), untuk menentukan apakah operasi perlu diperpanjang atau tidak.

“Kami mengikuti ketentuan tersebut. Pada hari ketujuh nanti akan dievaluasi secara menyeluruh, apakah pencarian dilanjutkan, diperpanjang, atau disesuaikan dengan kondisi di lapangan,” ujar Ade.
Operasi pencarian korban longsor Pasirlangu kini memasuki fase krusial. Penambahan alat berat dan personel diharapkan mampu mempercepat proses evakuasi, di tengah harapan keluarga korban yang masih menanti kepastian nasib orang-orang tercinta. (Yor)






