Banjir 40 Sentimeter Hambat Aktivitas Warga Pulogadung

Banjir setinggi sekitar 40 sentimeter menghambat aktivitas warga di ruas Jalan Bujana Tirta, Kelurahan Pisangan Timur,

Banjir 40 Cm Lumpuhkan Jalan Pulogadung

JAKARTA TIMUR, Matanews – Banjir setinggi sekitar 40 sentimeter menghambat aktivitas warga di ruas Jalan Bujana Tirta, Kelurahan Pisangan Timur, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur, Kamis pagi. Genangan air menutup badan jalan dan membuat arus lalu lintas tersendat, terutama pada jam berangkat kerja.

Genangan muncul setelah hujan deras mengguyur wilayah Jakarta sejak Rabu (28/1/2026) malam hingga Kamis dini hari. Air hujan yang tak tertampung saluran drainase meluap ke jalan, memaksa pengendara memperlambat laju kendaraan, bahkan menghentikan perjalanan.

“Iya, karena banjir, jadi arus lalu lintas di jalan juga susah, enggak bisa dilalui kendaraan dalam beberapa waktu,” kata Jaka (37), seorang pengendara sepeda motor, saat ditemui di Pulogadung, Kamis (29/1/2026).

Sejumlah pengendara motor memilih menepi dan menunggu air surut untuk menghindari kerusakan mesin. Namun, sebagian lainnya tetap nekat menerobos genangan. Upaya itu tak selalu berakhir mulus. Banyak sepeda motor mogok setelah air masuk ke dalam mesin dan knalpot.

Banjir
Banjir setinggi sekitar 40 sentimeter menghambat aktivitas warga di ruas Jalan Bujana Tirta, Kelurahan Pisangan Timur,

“Keadaannya begini, harus tetap kerja, tapi jalanan banjir, jadi kita terobos. Eh, malah air masuk knalpot, jadinya enggak nyala mesin,” ujar Jaka.

Situasi tersebut memicu antrean kendaraan dan kemacetan di sekitar Jalan Bujana Tirta. Aktivitas warga pun terganggu. Sejumlah pekerja terpaksa mencari jalur alternatif yang lebih jauh atau menunggu air surut. Tak sedikit yang akhirnya terlambat tiba di tempat kerja.

Banjir di kawasan itu dipicu oleh tingginya curah hujan yang turun sejak Kamis dini hari. Selain faktor cuaca, kondisi saluran drainase yang sempit dan kurang memadai membuat air hujan tidak tertampung dan meluap ke badan jalan.

Petugas masih melakukan pemantauan di lokasi genangan. Pengendara diimbau meningkatkan kewaspadaan serta menghindari ruas jalan rawan banjir selama hujan dengan intensitas tinggi masih berlangsung.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan sebanyak 17 rukun tetangga (RT) di Jakarta Timur dan Jakarta Barat terendam banjir dengan ketinggian air bervariasi, mulai dari 30 sentimeter hingga 1,5 meter.

“Kami mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, di Jakarta, Kamis.

Menurut Yohan, banjir tersebut dipicu hujan deras yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya pada Rabu (28/1/2026), sehingga menyebabkan kenaikan muka air di Bendung Katulampa ke status Waspada atau Siaga 3. Peningkatan debit air juga terpantau di sejumlah pos pantau sungai.

Luapan Sungai Ciliwung dan Kali Pesanggrahan, kata dia, turut menyebabkan 17 RT di Jakarta Timur dan Jakarta Barat terendam. Di Jakarta Timur, ketinggian air di permukiman warga mencapai 1,3 hingga 1,5 meter, sedangkan di Jakarta Barat rata-rata sekitar 30 sentimeter.

“Penyebabnya curah hujan tinggi dan luapan Sungai Ciliwung serta Kali Pesanggrahan,” ujar Yohan. (Int)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *