SPPG Purwosari Minta Maaf atas Dugaan Keracunan MBG

satu siswa dilaporkan harus dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD).

SPPG Purwosari Siap Tanggung Biaya Siswa Keracunan

KUDUS, Matanews – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Purwosari, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat menyusul dugaan keracunan makanan dari menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mengakibatkan sedikitnya 118 siswa SMA Negeri 2 Kudus harus menjalani perawatan medis di sejumlah rumah sakit.

Kepala SPPG Purwosari, Nasihul Umam, menyatakan pihaknya siap bertanggung jawab penuh atas kejadian tersebut, termasuk mengganti biaya pengobatan siswa yang terdampak.

“Kami siap bertanggung jawab penuh atas kejadian ini, termasuk mengganti biaya pengobatan siswa yang terdampak,” kata Nasihul Umam di Kudus, Kamis (29/1/2026).

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak, khususnya siswa, orang tua, dan pihak sekolah. Nasihul meminta masyarakat bersabar sembari menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan MBG yang dikonsumsi para siswa.

“Kami tetap berkomitmen untuk bertanggung jawab penuh dan melakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.

Purwosari
satu siswa dilaporkan harus dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Nasihul menjelaskan, peristiwa tersebut bermula dari laporan pihak SMA Negeri 2 Kudus yang menginformasikan adanya sejumlah siswa mengalami gangguan kesehatan berupa diare. Bahkan, satu siswa dilaporkan harus dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD).

“Saya ditelepon pihak PIC atau penanggung jawab MBG SMA 2 Kudus yang menyampaikan ada siswa yang diare, ada yang ke UGD, dan ada juga yang tidak masuk sekolah,” katanya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Nasihul bersama staf SPPG, akuntan, ahli gizi, serta asisten laboratorium langsung mendatangi sekolah untuk melakukan klarifikasi dan verifikasi awal. Menu MBG yang dikonsumsi saat itu berupa soto ayam suwir, tempe, dan tauge.

“Kami langsung melakukan klarifikasi terkait menu soto ayam suwir. Saat itu juga saya menyampaikan permohonan maaf dan kesiapan bertanggung jawab, termasuk membelikan obat bagi siswa yang diare dan mengganti biaya pengobatan bagi yang dirawat di IGD,” ujarnya.

SPPG
SPPG Purwosari juga menggelar audiensi dengan pihak sekolah, guru, perwakilan kelas

SPPG Purwosari juga menggelar audiensi dengan pihak sekolah, guru, perwakilan kelas, serta beberapa siswa selama hampir setengah jam. Namun, setelah audiensi tersebut, jumlah siswa yang mengeluhkan sakit perut terus bertambah.

“Awalnya hanya beberapa siswa, tapi kemudian semakin banyak yang berdatangan ke unit kesehatan sekolah. Pihak puskesmas kemudian turun langsung, disusul ambulans untuk merujuk siswa ke rumah sakit,” katanya.

Terkait penyebab pasti kejadian ini, Nasihul menegaskan pihaknya belum dapat menyimpulkan apa pun karena masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan MBG.

“Kami masih menunggu hasil laboratorium, jadi belum bisa memastikan penyebabnya,” ujarnya.

Dari sisi kandungan gizi, Nasihul memastikan menu MBG untuk tingkat SMA telah disesuaikan dengan standar yang berlaku, yakni energi sebesar 680,4 gram, lemak 26,8 gram, protein 33,2 gram, dan karbohidrat 78,7 gram. Menu tersebut juga dilengkapi sambal kecap, berbeda dengan menu yang disajikan untuk jenjang sekolah dasar.

Saat ini, SPPG Purwosari melayani 13 sekolah dengan total penerima manfaat sebanyak 2.173 orang, termasuk guru dan tenaga kependidikan.

Hingga Kamis (29/1) sore, tercatat sebanyak 118 siswa, guru, dan tenaga kependidikan SMA Negeri 2 Kudus menjalani perawatan di tujuh rumah sakit, yakni RSUD Loekmono Hadi Kudus, RS Mardi Rahayu Kudus, RS Sarkies Aisyiyah, RSI Kudus, RS Kumala Siwi, RS Kartika, dan RS Aisyiyah. (Int)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *