Hujan Singkat, Jalan DI Panjaitan Terendam Hingga 50 Sentimeter

Banjir melanda

Hujan 15 Menit, Jalan DI Panjaitan Banjir

JAKARTA, MatanewsHujan deras yang mengguyur wilayah Jakarta Timur selama sekitar 15 menit menyebabkan banjir setinggi 40 hingga 60 sentimeter di Jalan DI Panjaitan, Jatinegara, Rabu (4/2/2026). Genangan air tersebut mengganggu kelancaran lalu lintas dan memaksa petugas melakukan pengaturan arus secara manual.

Wakil Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Timur Kompol Sunaryo mengatakan, banjir mulai terjadi sejak pukul 11.00 WIB dan hingga siang hari belum menunjukkan tanda-tanda surut.

“Banjir untuk siang hari ini, usai hujan di Jalan DI Panjaitan kisaran tinggi air mencapai 40 sampai 60 sentimeter,” kata Sunaryo di lokasi kejadian.

Hujan
Banjir melanda

Menurut dia, genangan air yang cukup tinggi membuat aktivitas pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor dan kendaraan kecil, menjadi terganggu. Sejumlah kendaraan terpaksa memperlambat laju, bahkan sebagian memilih berhenti untuk menghindari mogok.

“Banjir mulai naik sekitar pukul 11.00 WIB, sampai sekarang masih bertahan ketinggian airnya,” ujarnya.

Akibat kondisi tersebut, petugas kepolisian memberlakukan pengaturan lalu lintas secara manual. Dari beberapa lajur yang ada, hanya satu lajur yang masih dapat dilalui kendaraan, sehingga antrean panjang tidak terhindarkan di sejumlah titik.

Untuk mengurai kemacetan, aparat melakukan pengalihan arus bagi kendaraan yang melintas dari arah Cawang dan UKI. Pengendara diarahkan untuk berbelok ke kiri menuju Jalan Otista Raya sebagai jalur alternatif.

“Kami menganjurkan pengguna jalan dari arah Cawang dan UKI untuk belok ke kiri menuju Jalan Otista Raya,” jelas Sunaryo.

Terkait penyebab banjir, Sunaryo menjelaskan kawasan Jalan DI Panjaitan memiliki kontur tanah yang relatif rendah. Kondisi tersebut membuat air hujan dengan intensitas tinggi cepat menggenangi badan jalan.

Selain faktor topografi, keberadaan proyek di sekitar lokasi juga dinilai mempengaruhi sistem drainase. Salah satu proyek tersebut, kata Sunaryo, direncanakan untuk membantu proses penyedotan air saat banjir terjadi.

“Di sini memang datarannya cukup rendah. Kalau hujan deras, langsung terjadi genangan. Di lokasi juga ada proyek, salah satunya bertujuan untuk penyedotan air saat banjir. Mudah-mudahan setelah proyek selesai, banjir tidak terjadi lagi,” ucapnya.

Hingga siang hari, proses penyedotan air belum dapat dilakukan karena petugas dan peralatan belum tiba di lokasi. Akibatnya, genangan air masih bertahan dan belum tertangani secara maksimal.

“Untuk penyedotan belum, belum datang,” kata Sunaryo.

Meski demikian, aparat kepolisian tetap bersiaga di lokasi untuk mengatur arus lalu lintas serta membantu pengendara yang melintas. Pemantauan terus dilakukan guna mengantisipasi kemungkinan banjir bertambah tinggi jika hujan kembali turun.

Sunaryo mengimbau masyarakat agar berhati-hati saat melintasi kawasan tersebut dan mematuhi arahan petugas di lapangan. Pengendara juga disarankan mencari jalur alternatif untuk menghindari kemacetan dan risiko kendaraan mogok akibat genangan air.[Int]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *