Aksi Heroik Polisi di Bandara Soetta

Kasat Lantas Polresta Bandara Soetta, AKP Sularno

Pelayanan Tulus Polisi Tuai Pujian

TANGERANG, Matanews Kepedulian yang lahir dari kepekaan situasi kembali ditunjukkan aparat kepolisian di tengah arus pelayanan jemaah haji. Di kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kamis pagi, 23 April 2026, seorang perwira polisi terlihat sigap membantu jemaah lanjut usia yang mengalami kesulitan mobilitas.

Adalah AKP Sularno, Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Bandara Soekarno-Hatta, yang tanpa ragu menggendong seorang jemaah haji lansia dari dalam bus menuju area yang lebih aman. Jemaah tersebut diketahui berasal dari Kloter 3 DKI Jakarta, Embarkasi Pondok Gede, yang baru tiba untuk melanjutkan proses keberangkatan.

Peristiwa itu terjadi di tengah aktivitas padat pelayanan jemaah. Saat sebagian penumpang mulai turun dari kendaraan, seorang lansia tampak kesulitan berdiri akibat kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan. Melihat situasi tersebut, Sularno segera mengambil inisiatif. Tanpa menunggu bantuan tambahan, ia mengangkat tubuh jemaah tersebut dengan hati-hati dan membawanya turun dari bus.

“Spontan membantu jemaah yang kesulitan turun dari bus,” ujar Sularno dalam keterangan tertulisnya, Kamis (23/4/2026).

Tindakan itu seketika menarik perhatian para petugas dan jemaah lainnya. Sejumlah anggota yang berada di sekitar lokasi turut membantu membuka jalur dan memastikan proses evakuasi berjalan lancar. Tidak lama kemudian, jemaah tersebut didudukkan di kursi roda yang telah disiapkan sebagai bagian dari fasilitas pelayanan.

Polresta
Gedung Polresta Bandara Soetta

Menurut Sularno, tindakan yang ia lakukan bukanlah sesuatu yang luar biasa, melainkan bagian dari tanggung jawab sebagai anggota kepolisian. Ia menegaskan bahwa setiap petugas memiliki kewajiban moral untuk hadir dan membantu masyarakat dalam kondisi apa pun.

“Ini bukan soal mencari simpatik. Pada hakikatnya, kami sebagai petugas harus menjalankan amanah sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” kata dia.

Ia menambahkan, pelayanan kepada jemaah haji terutama Lansia menjadi perhatian khusus mengingat kondisi fisik mereka yang rentan. Oleh karena itu, kesiapan fasilitas seperti kursi roda serta respons cepat petugas menjadi faktor penting dalam menunjang kelancaran proses keberangkatan.

“Kami ikhlas membantu dan melayani apa pun kondisinya. Hanya ini yang dapat kami persembahkan,” ujarnya.

Setelah proses evakuasi, jemaah lansia tersebut langsung diarahkan menuju ruang tunggu dengan menggunakan kursi roda. Petugas lain terlihat mendampingi untuk memastikan kenyamanan dan keamanan selama proses berlangsung.

Momentum ini menjadi potret kecil dari dinamika pelayanan publik di lapangan. Di tengah rutinitas tugas yang kerap bersifat teknis dan administratif, kehadiran empati menjadi nilai yang tak tergantikan. Apa yang dilakukan AKP Sularno menunjukkan bahwa pelayanan publik tidak hanya soal prosedur, tetapi juga tentang kepedulian yang diwujudkan secara nyata.

Aksi sederhana tersebut pun menuai apresiasi dari para jemaah dan petugas lainnya. Di tengah perjalanan spiritual yang sarat makna, bantuan kecil seperti ini menjadi penguat bahwa kepedulian antarsesama tetap hidup di ruang-ruang pelayanan publik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *