Badai Salju Rekor Lumpuhkan Transportasi di Jepang Utara

Gangguan juga meluas ke layanan kereta api. Operator Hokkaido Railway Co (JR Hokkaido) menyatakan seluruh layanan kereta di dan sekitar Sapporo

Badai Salju Lumpuhkan Transportasi di Jepang Utara

JAKARTA, Matanews — Hujan salju lebat yang melanda Jepang bagian utara memecahkan rekor dan memicu gangguan besar pada layanan transportasi. Dampak terparah terjadi di wilayah Hokkaido, tempat ribuan orang terpaksa menginap di bandara akibat pembatalan penerbangan dan lumpuhnya layanan kereta api.

Sekitar 7.000 orang dilaporkan terjebak di dalam Bandara New Chitose, Hokkaido, menyusul cuaca dingin ekstrem yang berlangsung sejak Minggu, 25 Januari, hingga Senin, (26/1/2026), waktu setempat. Gangguan tersebut dilaporkan media setempat, antara lain Yomiuri Shimbun dan Japan News.

Maskapai Japan Airlines dan All Nippon Airways mengumumkan pembatalan sejumlah penerbangan dari dan menuju Bandara New Chitose. Meski sebagian penerbangan masih beroperasi, keterbatasan akses darat membuat penumpang tidak dapat melanjutkan perjalanan. Ruas jalan tol yang menghubungkan bandara dengan Sapporo juga ditutup akibat badai salju.

Situasi di dalam bandara digambarkan mencekam. Media sosial dipenuhi unggahan penumpang yang meminta bantuan dan menyebut kondisi Bandara New Chitose berada pada “level bencana”, dengan ruang tunggu dipadati orang yang kelelahan dan kekurangan fasilitas istirahat.

 

Gangguan juga meluas ke layanan kereta api. Operator Hokkaido Railway Co (JR Hokkaido) menyatakan seluruh layanan kereta di dan sekitar Sapporo, ibu kota Hokkaido, dibatalkan hingga Senin siang pukul 13.00 waktu setempat untuk keperluan pembersihan salju dan alasan keselamatan.

Badan Meteorologi Jepang melalui Kantor Pusat Regional Sapporo mencatat ketebalan salju mencapai 64 sentimeter di distrik Chuo, Sapporo, dalam kurun 48 jam hingga Senin pagi. Angka tersebut merupakan hujan salju terlebat di wilayah itu sejak pencatatan dimulai pada Maret 1999.

Akibat kondisi tersebut, JR Hokkaido membatalkan 545 layanan kereta api pada Minggu, 25 Januari. Pembatalan itu termasuk kereta cepat “Airport” yang menjadi penghubung utama antara Bandara New Chitose dan pusat kota Sapporo. Pada Senin pagi, hingga pukul 08.50 waktu setempat, tercatat 405 layanan tambahan kembali dibatalkan.

Dampak badai salju ini juga dirasakan para wisatawan, terutama turis asing yang datang untuk berlibur dan bermain ski. Banyak dari mereka tidak dapat melanjutkan perjalanan karena seluruh moda transportasi utama kereta api dan bus tidak beroperasi.

Menurut pengelola bandara, Hokkaido Airports Co, pembatalan total layanan kereta api membuat sekitar 7.000 penumpang terpaksa bermalam di Bandara New Chitose hingga Senin pagi. Layanan bus menuju Sapporo juga dihentikan sementara karena kondisi cuaca yang membahayakan.

Di pusat kota Sapporo, sejumlah orang yang tak mendapatkan penginapan terpaksa bermalam di Chikaho, lorong bawah tanah yang terhubung dengan Stasiun Kereta Bawah Tanah Sapporo. Pemerintah kota setempat menyediakan lebih dari 1.000 selimut untuk membantu warga dan wisatawan yang terjebak.(Zee)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *