Cuaca Lebih Kondusif, Tim SAR Tambah 2 Alat Berat di Cisarua

“Kami berharap cuaca hari ini lebih kondusif sehingga pencarian bisa dilakukan secara maksimal. Untuk mendukung hal tersebut, kami juga menurunkan tambahan dua alat berat guna mempercepat proses evakuasi,”

Cuaca Membaik, Alat Berat Dikerahkan Lagi

BANDUNG BARAT, Matanews – Tim SAR gabungan menambah dua unit alat berat pada hari ketujuh operasi pencarian korban longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Penambahan tersebut dilakukan seiring kondisi cuaca yang dinilai lebih mendukung guna mempercepat proses pencarian dan evakuasi korban yang masih tertimbun material longsor.

Direktur Operasi Basarnas Yudhi Bramantyo mengatakan faktor cuaca menjadi penentu utama kelancaran operasi pencarian, terutama di sektor-sektor prioritas yang memiliki tingkat timbunan material cukup tebal dan risiko tinggi.

Cuaca
“Kami berharap cuaca hari ini lebih kondusif sehingga pencarian bisa dilakukan secara maksimal. Untuk mendukung hal tersebut, kami juga menurunkan tambahan dua alat berat guna mempercepat proses evakuasi,”

“Kami berharap cuaca hari ini lebih kondusif sehingga pencarian bisa dilakukan secara maksimal. Untuk mendukung hal tersebut, kami juga menurunkan tambahan dua alat berat guna mempercepat proses evakuasi,” kata Yudhi di Bandung, Jumat.

Menurut Yudhi, dua unit alat berat tambahan tersebut merupakan excavator jenis PC 200 yang ditempatkan di perbatasan sektor A2 dan A3. Penempatan alat berat disesuaikan dengan peta operasi SAR yang telah disusun berdasarkan analisis dampak longsor.

“Penambahan ini difokuskan pada area dengan potensi korban tertimbun yang cukup besar, sekaligus untuk membuka akses dan mempercepat pemindahan material longsoran,” ujarnya.

Operasi SAR di Cisarua memasuki hari ketujuh sejak bencana longsor terjadi pada Sabtu (24/1/2026). Hingga akhir hari keenam, tim SAR gabungan telah mengevakuasi puluhan korban dari bawah timbunan tanah dan bebatuan.

Berdasarkan data terakhir hingga Kamis (29/1/2026) pukul 18.30 WIB, SAR gabungan berhasil mengevakuasi sebanyak 55 kantong jenazah dari lokasi kejadian. Sementara itu, sekitar 25 korban lainnya masih dalam pencarian.

Proses identifikasi korban terus dilakukan oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat. Hingga saat ini, sebanyak 41 kantong jenazah telah berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada pihak keluarga.

Wilayah pencarian masih difokuskan pada sektor-sektor yang dipetakan sebagai area dengan dampak longsor tertinggi. Tim SAR juga tetap mewaspadai potensi longsor susulan, mengingat kondisi tanah yang labil serta cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi.

Dalam operasi ini, ratusan personel dari berbagai instansi dikerahkan, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, hingga relawan. Pencarian dilakukan secara bergantian dengan dukungan alat berat, anjing pelacak (K9), serta teknologi pendukung lainnya.

Di tengah upaya yang telah berlangsung lebih dari sepekan, keluarga korban dan para relawan terus berharap cuaca yang bersahabat dapat mempercepat proses pencarian. Basarnas bersama tim SAR gabungan juga mengajak masyarakat untuk terus memberikan doa dan dukungan agar operasi kemanusiaan tersebut dapat memberikan hasil terbaik bagi para korban dan keluarga terdampak longsor di Cisarua.[Int]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *