Iran Gelar Latihan Perang di Dekat Selat Hormuz

Latihan militer Iran ini bertepatan dengan latihan serupa yang dilakukan Angkatan Udara Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah

Iran Panaskan Selat Hormuz, Dunia Tegang

TAHERA, Matanews — Iran menggelar latihan militer di dekat Selat Hormuz, jalur perairan strategis yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan energi global. Latihan tersebut berlangsung di tengah kewaspadaan Teheran terhadap potensi serangan Amerika Serikat (AS), menyusul pengerahan kapal induk dan berbagai aset militer Washington ke kawasan Timur Tengah.

Sebelum latihan tembak langsung digelar, otoritas Iran merilis Notice to Airmen (NOTAM) pada Selasa, (27/1/2026) waktu setempat. Pemberitahuan itu dikeluarkan untuk keperluan navigasi udara, dengan alasan adanya aktivitas militer yang melibatkan tembakan langsung di wilayah udara sepanjang Selat Hormuz.

Dalam pemberitahuan tersebut, Iran menyebut latihan tembak langsung di sekitar Selat Hormuz merupakan bagian dari agenda latihan militer yang berlangsung selama tiga hari, yakni dari 27 hingga 29 Januari 2026. Area latihan ditetapkan dalam zona melingkar dengan radius sekitar lima mil laut atau setara 9,2 kilometer.

Iran
Latihan militer Iran ini bertepatan dengan latihan serupa yang dilakukan Angkatan Udara Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah

NOTAM itu juga menegaskan bahwa wilayah udara di area yang telah ditentukan akan dibatasi secara ketat. Pembatasan berlaku dari permukaan tanah hingga ketinggian 25.000 kaki dan dinyatakan sebagai zona berbahaya selama latihan militer berlangsung.

Latihan militer Iran ini bertepatan dengan latihan serupa yang dilakukan Angkatan Udara Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah dalam beberapa hari terakhir. Komando Pusat Angkatan Udara AS (Air Forces Central Command/AFCENT) sebelumnya mengumumkan bahwa pasukannya melaksanakan latihan kesiapan militer di seluruh wilayah tanggung jawab Komando Pusat AS (US Central Command/CENTCOM).

Latihan yang dilakukan AS tersebut disebut bertujuan untuk menunjukkan kemampuan pengerahan cepat, dukungan logistik, serta mempertahankan kekuatan tempur udara di kawasan Timur Tengah. Washington juga menegaskan bahwa seluruh opsi, termasuk tindakan militer, tetap terbuka dalam menghadapi Iran.

Iran
latihan ditetapkan dalam zona melingkar dengan radius sekitar lima mil laut atau setara 9,2 kilometer.

Ketegangan antara kedua negara terus meningkat seiring dengan saling unjuk kekuatan militer di kawasan yang sensitif secara geopolitik dan ekonomi. Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital bagi pengiriman minyak dan gas dunia, sehingga setiap aktivitas militer di kawasan tersebut kerap menjadi perhatian internasional.

Para pejabat Iran sebelumnya telah memperingatkan bahwa setiap serangan militer dari AS akan dibalas dengan respons yang “cepat dan komprehensif”. Pernyataan tersebut mempertegas sikap Teheran yang menolak tekanan militer sekaligus mengisyaratkan kesiapan menghadapi eskalasi konflik.(Zee)

Berita Terkini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *