Lilik Sujandi Perkuat Pengawasan Internal di Lapas dan Rutan
Lilik Sujandi Sidak Lapas dan Rutan
JAKARTA, Matanews — Direktur Kepatuhan Internal Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen Pas) pada Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Lilik Sujandi, menegaskan pentingnya pengawasan berbasis kepatuhan, keamanan, dan disiplin pegawai sebagai fondasi utama pengelolaan lembaga pemasyarakatan.
Dalam sejumlah kunjungan rutin ke Lapas dan Rutan, Lilik memastikan kontrol dilakukan secara menyeluruh. Tidak hanya meninjau administrasi dan laporan, ia juga melakukan pengecekan langsung terhadap personel pengamanan serta detail area brandgang—koridor pengamanan yang menjadi titik vital pengawasan.
“Monitoring ini bukan sekadar pengawasan, tetapi wujud komitmen kami memastikan seluruh jajaran bekerja sesuai standar dan menjaga integritas institusi,” ujar Lilik dalam keterangannya.
Penguatan Kontrol Internal
Menurut Lilik, penguatan fungsi kontrol internal merupakan kunci terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan kondusif. Sistem pengawasan tidak boleh hanya bersifat administratif, melainkan harus berjalan aktif dan berlapis.
Ia menekankan bahwa pengamanan efektif harus dimulai dari kepatuhan internal yang kuat. Dalam konteks itu, optimalisasi peran Satuan Operasional Kepatuhan Internal Pemasyarakatan (SATOPSPATNAL) menjadi instrumen penting dalam mencegah potensi gangguan keamanan sejak tahap awal.
“Pengamanan yang kuat selalu berangkat dari kepatuhan internal. Deteksi dini, pengawasan berlapis, dan peran aktif SATOPSPATNAL harus berjalan simultan agar potensi gangguan keamanan dapat dicegah sebelum berkembang,” tegasnya.
Sebagai mantan Inspektur Wilayah II di lingkungan Kementerian Hukum dan HAM, Lilik membawa pendekatan berbasis audit dan mitigasi risiko ke dalam sistem pengamanan pemasyarakatan. Ia menilai dinamika dan kompleksitas tugas Lapas dan Rutan menuntut respons yang adaptif dan profesional.

Tidak Hanya Keamanan, Tapi Juga Ketahanan Pangan
Selain aspek pengamanan, Lilik turut meninjau program ketahanan pangan yang dikembangkan di sejumlah Lapas dan Rutan. Program tersebut antara lain melalui Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) serta Kebun Inovasi.
Program ini mencakup peternakan, perkebunan, perikanan, hingga pengelolaan Pengolahan Sampah Terpadu. Sistem tersebut menerapkan pengelolaan limbah organik dan anorganik berbasis ramah lingkungan serta ekonomi sirkular.
Pendekatan ini dinilai tidak hanya mendukung kemandirian pangan warga binaan, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan produktif yang memiliki nilai ekonomi dan edukatif.
Forum Strategis Penguatan Tupoksi
Dalam kegiatan Penguatan Pelaksanaan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) Pengamanan, Lilik kembali menekankan pentingnya sinergi lintas satuan kerja. Forum tersebut menjadi ruang strategis untuk menyatukan persepsi, memperkuat koordinasi, serta meningkatkan profesionalisme pengamanan pemasyarakatan.
Ia menilai bahwa pengawasan internal yang efektif akan berdampak langsung pada kualitas layanan pemasyarakatan secara keseluruhan. Integritas aparatur, disiplin pelaksanaan SOP, serta deteksi dini gangguan keamanan menjadi tiga pilar utama.
Di tengah tantangan overkapasitas, dinamika keamanan, serta tuntutan transparansi publik, penguatan pengawasan internal menjadi instrumen strategis yang tak terpisahkan dari reformasi birokrasi di sektor pemasyarakatan.
Dengan pendekatan sistematis dan konsisten, peran Lilik Sujandi dinilai signifikan dalam memastikan lembaga pemasyarakatan tetap berjalan sesuai prinsip kepatuhan, profesionalisme, dan akuntabilitas. (Wly)






