Banjir Musi Rawas Hambat Pengantaran Jenazah, Polisi Lakukan Evakuasi Manual

Banjir Mengganas, Jenazah Terpaksa Dipikul Polisi

JAKARTA, MatanewsBanjir yang melanda Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, tak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga menghambat proses pengantaran jenazah seorang warga bernama Hendi (30) ke rumah duka. Luapan Sungai Cawang dan Sungai Teras membuat akses jalan utama di kawasan Trans HTI tergenang, sehingga ambulans yang membawa jenazah tidak dapat melintas.

Jenazah Hendi diketahui meninggal dunia di Yogyakarta akibat sakit dan diberangkatkan menuju rumah duka di Kecamatan Muara Kelingi, Musi Rawas, pada Senin (2/2/2026) sore. Namun, perjalanan terhenti ketika ambulans tiba di ruas jalan yang terendam banjir dengan ketinggian air yang menyulitkan kendaraan roda empat melintas.

Mendapatkan laporan tersebut, jajaran Polsek BTS Ulu segera turun tangan. Kapolsek BTS Ulu AKP Fauzan Aziman mengatakan pihaknya langsung mengerahkan personel ke lokasi untuk membantu proses evakuasi agar jenazah dapat segera sampai ke rumah keluarga.

“Benar, setelah mengetahui hal tersebut, kami pun turun ke lapangan untuk membantu mengantarkan jenazah tersebut ke rumah duka,” ujar Fauzan saat dikonfirmasi, Selasa (3/2/2026).

Dalam kondisi darurat tersebut, polisi bersama warga setempat memutuskan memindahkan jenazah dari ambulans ke mobil pikap single cabin yang dinilai lebih memungkinkan melintasi genangan air. Proses pemindahan dilakukan secara manual dengan penuh kehati-hatian, mengingat kondisi jalan licin dan arus air yang masih cukup deras.Jenazah
“Dengan kondisi tersebut, personel kami membantu proses pemindahan jenazah secara manual agar dapat melewati lokasi banjir dengan aman dan lancar,” kata Fauzan.

Upaya tersebut membuahkan hasil. Jenazah Hendi akhirnya tiba di rumah duka pada malam hari dan dapat segera diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman. Kehadiran aparat kepolisian dinilai sangat membantu keluarga korban yang tengah berduka di tengah situasi bencana.

Selain membantu evakuasi, Polsek BTS Ulu juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya bagi pengguna jalan yang melintas di jalur Musi Rawas–PALI. Meski kondisi banjir dilaporkan mulai berangsur surut, curah hujan yang masih tinggi berpotensi menyebabkan genangan kembali terjadi.

“Kami mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati. Jalanan masih licin dan rawan tergenang akibat luapan air. Jika memungkinkan, melintaslah pada siang hari demi keselamatan,” tutur Fauzan.

Peristiwa ini menjadi gambaran bagaimana bencana alam tidak hanya berdampak pada aktivitas ekonomi dan mobilitas warga, tetapi juga menyentuh sisi paling kemanusiaan—pengantaran terakhir seorang anak bangsa ke tempat peristirahatan terakhirnya.(Zee)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *