Patroli Malam Duren Sawit Bikin Preman Ciut

Patroli Malam Duren Sawit Bikin Preman Ciut

Sinergi Aparat dan Warga, Patroli Malam Perkuat Keamanan Duren Sawit

Jakarta Timur, Matanews — Upaya menjaga stabilitas keamanan lingkungan terus diperkuat melalui kolaborasi antara aparat dan masyarakat. Pada Kamis malam, 2 April 2026, jajaran Koramil 08/Duren Sawit bersama unsur tiga pilar dan komponen masyarakat menggelar patroli lingkungan atau siskamling terpadu di wilayah Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur.

Kegiatan yang dipusatkan di Jalan Dermaga Raya, RT 07 RW 10, Kelurahan Klender ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari Babinsa Koramil 08/Duren Sawit, Bhabinkamtibmas Polsek Duren Sawit, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), hingga warga setempat. Kehadiran lintas elemen tersebut mencerminkan pendekatan kolaboratif dalam menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan.

Patroli
Patroli Malam Duren Sawit Bikin Preman Ciut

Patroli dilakukan dengan menyusuri titik-titik yang dinilai rawan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Selain sebagai langkah preventif, kegiatan ini juga menjadi sarana komunikasi langsung antara aparat dan warga dalam menyerap informasi situasi terkini di lapangan.

Bintara Tinggi Urusan Dalam (Batuud) Koramil 08/Duren Sawit, Serda Adiyanto, dalam arahannya menegaskan bahwa patroli bersama bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan bagian dari strategi membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya keamanan lingkungan.

Patroli
Patroli Malam Duren Sawit Bikin Preman Ciut

Ia menyoroti potensi gangguan kamtibmas yang masih kerap terjadi, seperti tawuran remaja dan kenakalan generasi muda yang dapat berkembang menjadi konflik sosial lebih luas apabila tidak diantisipasi sejak dini. Karena itu, peran aktif masyarakat dinilai menjadi kunci dalam mendeteksi dan mencegah potensi gangguan tersebut.

“Patroli ini adalah bentuk kepedulian bersama. Kami mengajak warga untuk tetap waspada dan tidak ragu melaporkan setiap indikasi gangguan keamanan,” ujar Adiyanto di sela kegiatan.

Menurut dia, kehadiran aparat di tengah masyarakat bukan semata menunjukkan fungsi pengamanan, tetapi juga sebagai upaya membangun kedekatan emosional antara aparat dan warga. Dengan demikian, diharapkan tercipta rasa saling percaya yang memperkuat sistem keamanan berbasis komunitas.

Partisipasi aktif warga dalam patroli malam itu terlihat dari keterlibatan mereka dalam pemantauan lingkungan serta komunikasi langsung dengan aparat terkait kondisi wilayah. Sejumlah warga mengaku kegiatan tersebut memberikan rasa aman sekaligus mempererat hubungan sosial antarwarga.

Kegiatan patroli Komunikasi Dua Arah (Komduk) ini juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif. Dengan dilaksanakan secara berkala, patroli diharapkan mampu menekan angka gangguan kamtibmas serta meningkatkan kewaspadaan kolektif masyarakat.

Sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat ini menjadi cerminan bahwa keamanan bukan semata tanggung jawab aparat, melainkan hasil dari kerja bersama seluruh elemen masyarakat. Dalam konteks perkotaan yang dinamis seperti Jakarta Timur, model kolaborasi semacam ini dinilai efektif dalam menjaga stabilitas wilayah secara berkelanjutan. (Slh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *