SPPG Purwosari Tegaskan Kabar Kematian Siswi SMAN 2 Kudus Hoaks
SPPG Bantah Keras Kabar Kematian Siswi
Kudus, Matanews — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Purwosari mengklarifikasi beredarnya informasi yang menyebut meninggalnya seorang siswi SMAN 2 Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Rizza Meiliana Azzahara, dikaitkan dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pihak SPPG menegaskan informasi tersebut tidak benar dan merupakan hoaks.

Kepala SPPG Purwosari, Nasihul Umam, mengatakan kabar yang beredar luas di masyarakat telah menimbulkan kesalahpahaman serta kekhawatiran publik terhadap pelaksanaan Program MBG.
“Perlu kami sampaikan bahwa informasi yang beredar terkait meninggalnya siswi SMAN 2 Kudus atas nama Rizza Meiliana Azzahara adalah tidak benar. Informasi tersebut hoaks,” kata Nasihul dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Nasihul menjelaskan, Rizza diketahui telah menderita kanker nasofaring sejak duduk di bangku kelas 8 sekolah menengah pertama. Penyakit tersebut mengharuskan yang bersangkutan menjalani perawatan intensif dan kemoterapi secara rutin di Rumah Sakit Dr Kariadi, Semarang.
Selama tercatat sebagai peserta didik di SMAN 2 Kudus, Rizza hanya sempat mengikuti kegiatan sekolah dalam waktu terbatas, yakni menjelang pelaksanaan tes pada November 2025. Selebihnya, siswi tersebut tidak dapat mengikuti proses belajar mengajar secara normal karena harus fokus menjalani pengobatan.
“Sakit kanker nasofaring sejak kelas 8. Selama di SMAN 2 Kudus hanya masuk menjelang tes November, karena ananda harus kemoterapi di RS Kariadi Semarang,” ujar Nasihul.
Ia menambahkan, sejak Januari 2025 Rizza tercatat tidak pernah kembali berangkat ke sekolah. Dengan kondisi tersebut, secara otomatis yang bersangkutan tidak termasuk dalam daftar penerima paket Program Makan Bergizi Gratis.
“Sejak Januari ini yang bersangkutan belum pernah berangkat sekolah, sehingga tidak menerima paket MBG,” kata Nasihul.
Nasihul mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar, terutama di media sosial. Ia meminta publik tidak mudah mempercayai dan menyebarkan kabar yang belum terverifikasi, terlebih yang menyangkut kondisi kesehatan dan keselamatan peserta didik.
Sebelumnya, ramai diberitakan seorang siswi SMAN 2 Kudus meninggal dunia dan dikaitkan dengan Program MBG. Informasi tersebut kemudian dipastikan tidak benar. Saat ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus masih melakukan uji laboratorium di Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terkait kasus dugaan keracunan MBG yang terjadi di sekolah tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Abdul Hakam, menyampaikan bahwa siswi yang dikabarkan meninggal tersebut memiliki riwayat penyakit kanker dalam jangka waktu lama.
“Sehingga, meninggalnya tidak ada korelasinya dengan dugaan keracunan MBG,” ujar Abdul Hakam.
Ia menambahkan, sebelumnya telah dilakukan kunjungan dan pemeriksaan dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Jawa Tengah maupun dari pusat. Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kudus, Darsono, mengatakan pengiriman sampel untuk diuji di laboratorium dilakukan pada Kamis (29/1).
Kasus dugaan keracunan MBG di SMAN 2 Kudus sendiri mengakibatkan sebanyak 131 siswa harus mendapatkan penanganan medis pada Kamis (29/1). Para siswa tersebut dirujuk ke sejumlah rumah sakit guna memperoleh penanganan lebih lanjut. (Int)






