Trump Sebut Armada Militer Besar Menuju Iran di Tengah Ketegangan
Trump Sebut Armada Militer Besar Menuju Iran
WASHINGTON DC, Matanews — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa angkatan laut negaranya telah mengerahkan armada besar ke arah Iran, saat ketegangan antara Washington dan Teheran terus memanas. Pernyataan itu disampaikan di tengah konfirmasi resmi militer AS mengenai kedatangan kelompok serang kapal induk USS Abraham Lincoln di kawasan Timur Tengah.
Trump menyebutkan kapal induk perdana tersebut beserta sejumlah kapal perang pendukung telah tiba di wilayah operasi Komando Pusat AS (CENTCOM) pada Senin, (26/1/2026), sebagai bagian dari pengerahan kekuatan laut yang signifikan. Gugus tempur kapal induk ini dilengkapi jet tempur F-35 dan F/A-18 serta kapal perusak yang membawa rudal.
“Ada armada besar yang bergerak ke arah itu saat ini, dan mudah-mudahan kita tidak perlu menggunakannya. Kita lihat nanti,” ujar Trump, seperti dilaporkan media internasional, menambahkan pernyataan bahwa kekuatan tersebut bahkan lebih besar dibandingkan pengerahan militer AS sebelumnya di sekitar Venezuela.

Trump juga menyampaikan harapannya agar pemerintah Iran mencari jalan diplomasi dengan Amerika Serikat. Dalam wawancara dengan Axios, ia mengatakan bahwa situasi di wilayah itu “sedang berubah-ubah” dan ada indikasi bahwa Teheran tertarik untuk mencapai kesepakatan.
Ketegangan meningkat setelah rezim Iran menindak keras demonstran pro-pemerintah, yang menyebabkan kritik internasional dan ancaman konsekuensi keras dari Washington. Trump sebelumnya hampir memerintahkan serangan militer terhadap sasaran rezim Iran terkait pembunuhan ribuan demonstran, namun kemudian menunda keputusan tersebut dan sekaligus mengerahkan aset militer ke kawasan.
Kedatangan USS Abraham Lincoln dan gugus serangannya juga dipandang sebagai sinyal penegasan kekuatan militer AS di Timur Tengah. Komando Pusat AS menyatakan kapal induk tersebut dan kapal perang yang menyertainya berada di wilayah Samudra Hindia dalam status operasi, dengan tujuan meningkatkan kestabilan dan keamanan regional.
Di sisi lain, negeri-negeri Teluk, termasuk sekutu dekat AS, telah menyatakan ketidaksiapan mereka untuk mendukung operasi militer langsung terhadap Iran, sehingga mempersempit ruang manuver Washington jika opsi militer benar-benar diambil.
Pemerintah Teheran sendiri memperingatkan bahwa setiap serangan militer oleh AS akan diperlakukan sebagai aksi perang total, seraya menegaskan kesiapan untuk menghadapi kemungkinan agresi. (Zee)






