Zulhas Gerak Cepat! 100 Gudang Bulog Dibangun!
Produksi Naik! Zulhas Siapkan 100 Gudang Baru!
JAKARTA, Matanews – Pemerintah akan membangun 100 gudang Perum Bulog di berbagai sentra produksi pangan di Indonesia. Langkah ini disebut sebagai bentuk komitmen pemerintah memperkuat rantai pasok pangan nasional dan memastikan hasil panen petani, khususnya padi dan jagung, dapat terserap optimal.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyatakan, pembangunan gudang tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas pada (28/10/2025).
“Dengan respons cepat pemerintah, maka akan segera dibangun 100 gudang-gudang yang tersebar di sentra-sentra produksi padi dan gabah yang selama ini terkendala karena tidak punya fasilitas penyimpanan,” kata Zulhas di Jakarta, Selasa, (4/11/2025).
Pernyataan itu disampaikan Zulhas seusai menyaksikan penandatanganan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Penugasan Percepatan Pelaksanaan Penyediaan Infrastruktur Pascapanen dalam Rangka Ketahanan Pangan Nasional.

SKB tersebut ditandatangani oleh Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Kepala Badan Pengaturan BUMN Dony Oskaria, dan Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan Heru Pambudi yang mewakili Menteri Keuangan.
Menurut Zulhas, pembangunan gudang ini menjadi langkah strategis karena produksi padi nasional tahun 2025 diproyeksikan meningkat menjadi 34,77 juta ton, naik sekitar 13 persen dibanding tahun sebelumnya yang hanya 30 juta ton.
“Ini kerja keras tim, terutama Pak Menteri Pertanian. Pemerintah tidak ingin peningkatan produksi ini justru menjadi masalah karena gabah petani tidak terserap akibat keterbatasan gudang,” ujar Ketua Umum PAN itu.
Zulhas menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh membiarkan petani dirugikan akibat rendahnya daya serap Bulog atau keterbatasan fasilitas penyimpanan. “Dulu gudang Bulog itu malah berkurang, bukan bertambah. Maka, sesuai perintah Presiden, kita bangun kembali dan jumlahnya disepakati 100 lokasi,” ucapnya.
Adapun anggaran sebesar Rp5 triliun telah disiapkan untuk proyek tersebut. Dana ini akan difokuskan untuk pembangunan dan modernisasi infrastruktur penyimpanan, agar rantai pasok padi dan jagung berjalan efisien dari tingkat petani hingga Bulog.
“Ini jawaban atas kebutuhan petani. Pemerintah hadir agar hasil panen mereka tidak terbuang dan harga tetap stabil,” kata Zulhas.
Dengan tambahan kapasitas penyimpanan itu, pemerintah berharap tidak ada lagi kasus di mana petani harus menjual hasil panennya di bawah harga pasar hanya karena gudang penuh atau keterlambatan serapan. “Soal pangan tidak boleh ada tawar-menawar,” pungkasnya.(Int)






