Polri Turunkan K9 SAR, Longsor Bandung Barat Terkontrol!

Apel kesiapan perbantuan bencana alam digelar di Mako Ditpolsatwa pada Minggu sore pukul 15.00 WIB, sebelum pelaksanaan tugas Bantuan

Polri Turunkan K9 SAR, Longsor Bandung Barat Terkontrol!

BANDUNG BARAT, Matanews – Polri melalui Detasemen K9 Unit SAR Direktorat Polisi Satwa Korps Sabhara Baharkam diterjunkan untuk memperkuat operasi pencarian dan pertolongan korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (25/1/2026). Pengerahan kekuatan ini merupakan bagian dari respons cepat Polri dalam misi kemanusiaan sekaligus wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat.

sar

 

Apel kesiapan perbantuan bencana alam digelar di Mako Ditpolsatwa pada Minggu sore pukul 15.00 WIB, sebelum pelaksanaan tugas Bantuan Kendali Operasi (BKO) di bawah Polda Jawa Barat. Sebanyak 20 personel Den K9 SAR diterjunkan, dipimpin IPTU Erasmus selaku Katim K9, didukung tim veteriner, para handler, pelindung, dan pengemudi. Tim membawa enam ekor satwa pelacak K9 — Walet, Ari, Rubin, Dasa, Gyra, dan Sita — yang memiliki keahlian cadaver search atau pencarian korban meninggal dunia.

Untuk mendukung mobilitas di medan bencana, tim K9 SAR dilengkapi 1 unit truk boks dan 4 unit kendaraan ransus Navara K9, guna menjamin kecepatan, ketepatan, dan efektivitas pergerakan. Operasi dilakukan secara intensif dan terpadu bersama unsur TNI, Basarnas, BNPB, BPBD, pemerintah daerah, serta relawan.

Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, Karo Penmas Divhumas Polri, menegaskan bahwa pengerahan Den K9 SAR merupakan wujud komitmen Polri dalam misi kemanusiaan. “Pengerahan Den K9 SAR adalah bentuk nyata kehadiran negara melalui Polri dalam misi kemanusiaan. Kami memastikan seluruh kekuatan dikerahkan secara maksimal, cepat, dan terukur agar korban segera ditemukan dan dievakuasi. Ini implementasi Transformasi Polri Presisi yang menempatkan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama,” ujarnya.

Hingga Minggu pukul 10.39 WIB, dari total 98 laporan orang hilang (75 warga sipil dan 23 personel TNI), telah ditemukan 27 kantong jenazah. Dari jumlah tersebut, 6 jenazah utuh dan 1 potongan tubuh berhasil diidentifikasi, sementara 8 jenazah dan 1 bagian tubuh lain masih dalam proses identifikasi.

Untuk mempercepat proses identifikasi, Polda Jawa Barat mengajukan dukungan tambahan berupa 1 Unit Disaster Victim Identification (DVI) dan 1 Unit Inafis dari Mabes Polri. Sementara kebutuhan logistik masyarakat terdampak terus dipenuhi melalui sinergi BPBD, Basarnas, Pemprov Jawa Barat, Pemkab Bandung Barat, serta dukungan Ketua Umum Bhayangkari, PD Bhayangkari, dan Polda Jawa Barat.

Brigjen Pol. Trunoyudo menegaskan, Polri tidak hanya hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga menjadi garda terdepan misi kemanusiaan. “Polri berkomitmen terus hadir di setiap situasi darurat, memastikan keselamatan masyarakat, serta memberikan rasa aman, kepastian, dan harapan. Inilah implementasi nyata Transformasi Polri Presisi yang humanis, responsif, dan berorientasi pada pelayanan publik,” tegasnya.

Pagi hari, Wakil Presiden RI bersama Menko PMK, Menteri PPPA, Kepala BNPB, dan Kabasarnas meninjau lokasi bencana. Hingga saat ini, situasi di lapangan terpantau aman dan kondusif. Polri memastikan seluruh personel dan kekuatan SAR tetap siaga hingga seluruh korban ditemukan, sebagai bentuk tanggung jawab moral dan kemanusiaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *