Polda Jateng Gelar Operasi Keselamatan Candi 2026 Selama 14 Hari
Polda Jateng Turun, Jalanan Diawasi Ketat
SEMARANG, Matanews — Kepolisian Daerah Jawa Tengah resmi menggelar Operasi Keselamatan Candi 2026 selama 14 hari, terhitung mulai 2 hingga 15 Februari 2026. Operasi ini menjadi langkah strategis Polri untuk meningkatkan disiplin berlalu lintas sekaligus menciptakan kondisi keamanan dan ketertiban menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Idul Fitri.

Pelaksanaan operasi diawali dengan apel gelar pasukan di Mapolda Jawa Tengah, Senin (2/2/2026). Sebanyak 3.592 personel diterjunkan dalam operasi tersebut, terdiri atas 279 personel satuan tugas Polda Jateng dan 3.313 personel satuan wilayah jajaran yang disebar di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah.
Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Pratama Adhyasastra menjelaskan, Operasi Keselamatan Candi 2026 difokuskan pada upaya menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas melalui pendekatan preemtif dan preventif, tanpa mengesampingkan penegakan hukum secara represif apabila diperlukan.
“Operasi ini menyasar sembilan target pelanggaran prioritas yang selama ini menjadi pemicu kecelakaan lalu lintas,” ujar Kombes Pratama saat membacakan amanat Kapolda Jawa Tengah.
Ia merinci, sembilan sasaran pelanggaran tersebut antara lain penggunaan telepon seluler saat berkendara, menyeberang jalan tidak pada tempatnya, penggunaan knalpot tidak sesuai standar SNI, aksi kebut-kebutan di jalan umum, serta berbagai bentuk pelanggaran lain yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Menurut Pratama, pelaksanaan apel gelar pasukan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk pengecekan menyeluruh terhadap kesiapan personel, sarana dan prasarana pendukung, serta penguatan sinergi lintas sektor agar pelaksanaan operasi berjalan efektif dan berkelanjutan.
“Polantas harus siap menghadapi tantangan zaman dengan tetap mengedepankan pendekatan Presisi. Keselamatan masyarakat menjadi tujuan utama dalam setiap pelaksanaan tugas,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Artanto menilai Operasi Keselamatan Candi 2026 sebagai momentum penting untuk membangun budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat Jawa Tengah.
Ia menekankan, keberhasilan operasi tidak semata-mata diukur dari banyaknya jumlah penindakan pelanggaran, melainkan dari meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas secara aman dan bertanggung jawab.
“Kami ingin masyarakat patuh bukan karena takut sanksi, tetapi karena sadar bahwa keselamatan di jalan raya adalah kebutuhan bersama,” kata Artanto.
Melalui Operasi Keselamatan Candi 2026, Polda Jawa Tengah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas yang aman dan nyaman. Upaya ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam menekan angka kecelakaan, khususnya menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat pada periode Idul Fitri mendatang. (Int)





