Presiden Prabowo Bawa Semangat Ketahanan Pangan dan Energi dalam KTT Ke-48 ASEAN di Filipina

FILIPINA, Matanews - Presiden RI Prabowo Subianto menuntaskan rangkaian kunjungan kerja ke Filipina dalam rangka menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN di Cebu,
Presiden Prabowo Bawa Semangat Ketahanan Pangan dan Energi dalam KTT Ke-48 ASEAN di Filipina

Presiden Prabowo Bawa Semangat Ketahanan Pangan dan Energi dalam KTT Ke-48 ASEAN di Filipina

FILIPINA, Matanews Presiden RI Prabowo Subianto menuntaskan rangkaian kunjungan kerja ke Filipina dalam rangka menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN di Cebu,

Dengan membawa penguatan komitmen bersama negara-negara Asia Tenggara dalam menghadapi tantangan global, khususnya di bidang ketahanan pangan dan energi.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono dalam keterangan persnya, Sabtu (09/05/2026),

FILIPINA, Matanews - Presiden RI Prabowo Subianto menuntaskan rangkaian kunjungan kerja ke Filipina dalam rangka menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN di Cebu,
Presiden Prabowo Bawa Semangat Ketahanan Pangan dan Energi dalam KTT Ke-48 ASEAN di Filipina

Menyampaikan bahwa isu utama yang mengemuka dalam berbagai sesi KTT adalah para pemimpin ASEAN memiliki kesadaran yang sama bahwa kawasan Asia Tenggara,

Harus semakin tangguh dalam menghadapi ketidakpastian global. Karena itu,

Penguatan kerja sama regional di sektor pangan dan energi menjadi salah satu fokus utama pembahasan dalam KTT ke-48 ASEAN.

Lebih lanjut, para pemimpin ASEAN juga menyepakati sejumlah hasil konkret atau deliverables sebagai langkah memperkuat ketahanan kawasan,

Di antaranya ASEAN Petroleum Security Agreement serta APTERR (ASEAN Plus Three Emergency Rice Reserve) yang menjadi bagian penting dari kerja sama regional di sektor energi dan pangan.

Selain itu, para pemimpin ASEAN juga membahas perkembangan terbaru di Myanmar pascapelaksanaan pemilu dan pembentukan pemerintahan baru di negara tersebut.

Para pemimpin ASEAN mengapresiasi sejumlah perkembangan positif, di antaranya pembebasan enam ribu lebih tahanan politik dan perubahan status tahanan Aung San Suu Kyi.

Selain Myanmar, Presiden Prabowo juga turut menyampaikan pandangannya terkait pentingnya rekonsiliasi dan dialog dalam menyikapi berbagai persoalan perbatasan di kawasan, termasuk ketegangan antara Thailand dan Kamboja.

Presiden Prabowo menekankan bahwa persoalan perbatasan sebaiknya dikelola melalui pendekatan dialog,

Negosiasi, dan kerja sama yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (Rdf)

#KemensetnegRI

#RilisPresiden

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *