Banjir 2 Meter Rendam Kebon Pala, Ratusan Warga Mengungsi
Banjir Dua Meter Paksa Warga Angkat Kaki
JAKARTA, Matanews – Banjir besar kembali melanda kawasan Kebon Pala, Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur. Luapan Kali Ciliwung menyebabkan genangan air setinggi lebih dari dua meter dan memaksa ratusan warga meninggalkan rumah mereka demi keselamatan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta Timur mencatat, sebanyak 125 warga dari 31 kepala keluarga terpaksa mengungsi ke dua sekolah dasar, yakni SDN 01 dan SDN 02 Kampung Melayu. Bangunan sekolah itu dijadikan lokasi pengungsian sementara karena banjir terus meninggi dan merendam permukiman padat penduduk.
“Sebanyak 31 kepala keluarga dengan 123 jiwa terdampak banjir di Kebon Pala mengungsikan diri di SDN 01 dan SDN 02 Kampung Melayu,” kata Kepala Satuan Tugas Koordinator Wilayah BPBD Jakarta Timur, Ali Kojim, saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (30/1/2026).

Menurut Ali, banjir dipicu oleh luapan Kali Ciliwung yang kembali meluap akibat tingginya debit air dari hulu. Di wilayah Kelurahan Kampung Melayu, ketinggian air dilaporkan mencapai hingga 225 sentimeter pada Jumat siang.
“Air mulai meluap dan masuk ke permukiman warga sejak Rabu (28/1) sore. Hingga Jumat pagi, ketinggian air di sejumlah titik masih mengalami kenaikan,” ujar Ali.
Di Jalan Kebon Pala II RW 04, tepatnya RT 12 dan RT 13, air mulai menggenangi rumah warga sejak pukul 05.00 WIB dengan ketinggian sekitar 100 sentimeter. Dalam waktu satu jam, air naik cepat hingga 150 sentimeter. Di lokasi ini saja, tercatat 44 kepala keluarga atau 125 jiwa terdampak banjir.
Kondisi yang lebih parah terjadi di Jalan Kebon Pala II RW 05, meliputi RT 10 dan RT 11. Ketinggian air yang semula mencapai 135 sentimeter pada pukul 05.00 WIB, meningkat drastis menjadi 185 sentimeter hanya dalam satu jam.
“Di wilayah RW 05, banjir berdampak pada 54 kepala keluarga atau 192 jiwa,” kata Ali.
Selain Kebon Pala, banjir juga merendam kawasan Jalan Tanah Rendah RW 007, yang mencakup delapan RT. Di wilayah ini, genangan air terpantau relatif stabil di kisaran 70 sentimeter sejak pukul 05.00 hingga 06.00 WIB. Meski lebih rendah, banjir tetap mengganggu aktivitas warga dan akses lingkungan.
Ali menjelaskan, BPBD Jakarta Timur telah menyiapkan lokasi-lokasi pengungsian serta melakukan pemantauan intensif di wilayah terdampak. Petugas disiagakan untuk membantu evakuasi warga, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil.
Ia menambahkan, banjir kali ini berkaitan erat dengan kondisi hulu Sungai Ciliwung yang sebelumnya mengalami peningkatan status siaga. Bendung Katulampa tercatat naik ke status Siaga 3 pada Rabu (28/1) pukul 06.00 WIB, disusul Pos Pantau Depok yang juga berada pada status Siaga 3 pada pukul 15.00 WIB.
“Sekitar pukul 17.00 WIB, air Kali Ciliwung mulai meluap dan memasuki permukiman warga di Kampung Melayu,” tutur Ali.
Sebelumnya, luapan Kali Ciliwung yang diperparah hujan lokal juga menyebabkan banjir di 38 RT di wilayah Jakarta Timur, dengan ketinggian air di sejumlah titik mencapai hingga tiga meter. Hingga Jumat pagi, banjir meluas di dua kecamatan, lima kelurahan, dan 13 RW, dengan total 581 kepala keluarga atau 1.830 jiwa terdampak.
BPBD Jakarta Timur mengimbau warga tetap waspada dan mengikuti arahan petugas, mengingat potensi hujan masih tinggi dan ketinggian air Kali Ciliwung dapat kembali meningkat sewaktu-waktu. (Int)






