Bulog NTB Bidik 240 Ribu Ton Beras!
Bulog NTB Pastikan Gabah Petani Terserap Optimal!
MATARAM, Matanews — Perum Bulog Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) memasang target penyerapan komoditas pangan setara beras sebanyak 240.660 ton sepanjang 2026. Target tersebut ditetapkan untuk menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus menstabilkan harga gabah dan beras di tingkat petani.
Kepala Bulog Wilayah NTB Mara Kamin Siregar mengatakan pengadaan akan dilakukan secara simultan, baik gabah maupun beras, agar penyerapan dapat dimaksimalkan terutama saat panen raya.
“Pengadaan tetap dilakukan untuk gabah dan beras sekaligus agar Bulog dapat memaksimalkan penyerapan pada saat panen raya bersama mitra pengadaan,” kata Mara di Mataram, Senin (26/1/2026).
Menurut Mara, target penyerapan tersebut kembali menempatkan NTB sebagai salah satu daerah dengan pengadaan beras terbesar secara nasional. Penugasan ini mencakup pengadaan gabah kering panen (GKP), gabah kering giling (GKG), serta beras secara bersamaan.

Berdasarkan rincian, Bulog NTB menargetkan penyerapan GKP sebanyak 407.443 ton, GKG 24.196 ton, dan beras 18.315 ton.
“Jika dikonversikan, total pengadaan tersebut setara dengan 240.660 ton beras,” ujar Mara.
Target serapan itu tersebar di sejumlah sentra produksi utama di NTB, meliputi wilayah kerja Kantor Cabang Sumbawa, Bima, dan Lombok Timur, yang selama ini dikenal sebagai lumbung padi daerah.
Untuk mendukung pencapaian target, Bulog NTB menyiapkan penguatan sarana logistik, termasuk penambahan kapasitas penyimpanan melalui pemanfaatan gudang sewa milik mitra dan pihak swasta.
“Kami menyiapkan gudang sewa dari mitra maupun swasta agar target serapan dapat tercapai sesuai penugasan pemerintah,” kata Mara.
Selain itu, Bulog NTB memperkuat koordinasi lintas sektor bersama TNI dan pemerintah daerah melalui pembentukan Tim Jemput Pangan (TJP). Tim ini bertugas memantau lokasi panen, mempercepat penyerapan, serta mengawasi harga gabah dan beras di tingkat petani agar tidak berada di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP).
Saat ini, HPP masih mengacu pada harga Rp6.500 per kilogram untuk GKP, Rp8.200 per kilogram untuk GKG, dan Rp12.000 per kilogram untuk beras dengan standar mutu tertentu.
Pada 2025, Bulog NTB mencatat realisasi serapan setara beras mencapai 189.862 ton atau sekitar 104,36 persen dari target 181.925 ton. Capaian tersebut menjadi modal optimisme Bulog NTB untuk merealisasikan target yang lebih tinggi pada 2026.(Int)






