TNI AU Kerahkan 1 Drone Pantau Longsor Cisarua
TNI AU Kerahkan 1 Drone Pantau Longsor Cisarua
BANDUNG BARAT, Matanews – TNI Angkatan Udara membantu proses evakuasi korban tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, dengan mengerahkan pesawat tanpa awak atau drone Avia Hybrid. Operasi pemantauan udara tersebut dilakukan sejak Selasa (27/1/2026) untuk mendukung upaya pencarian dan penyelamatan korban.
Berdasarkan siaran pers resmi TNI AU yang diterima di Jakarta, Kamis, drone Avia Hybrid yang dikerahkan berasal dari satuan Pusat Geospasial TNI Angkatan Udara (Pusgeosau). Penggunaan teknologi udara ini dimaksudkan untuk memperkuat proses pemantauan di wilayah terdampak longsor yang memiliki tingkat risiko tinggi bagi personel di lapangan.

Kepala Pusat Geospasial TNI AU, Marsekal Muda TNI Ferdinand Roring, mengatakan hasil pemantauan udara yang diperoleh dari drone tersebut akan menjadi bahan pendukung bagi pemerintah daerah dan instansi terkait dalam berbagai tahapan penanganan bencana.
“Hasil pemantauan udara dari drone akan digunakan sebagai data pendukung pemerintah daerah dan instansi terkait dalam pencarian korban hilang, operasi SAR, serta penanganan darurat,” kata Ferdinand.
Ia menjelaskan, penggunaan drone Avia Hybrid memungkinkan pemantauan dilakukan secara cepat, akurat, dan aman, terutama di lokasi yang sulit dijangkau atau berisiko tinggi bagi tim evakuasi darat.
“Penggunaan drone Avia Hybrid memungkinkan pemantauan dilakukan secara cepat, akurat, dan aman, terutama di lokasi yang berisiko tinggi bagi personel di lapangan,” ujarnya.
Selain untuk mendeteksi keberadaan korban, citra udara yang dihasilkan drone juga dimanfaatkan untuk mengidentifikasi jalur evakuasi, memetakan kondisi permukiman warga, serta menilai tingkat kerusakan infrastruktur akibat longsor.
Hingga saat ini, TNI AU masih mengerahkan drone tersebut secara intensif di lokasi bencana untuk mendukung kepentingan operasi SAR yang tengah berlangsung. Data visual dari udara terus diperbarui dan diserahkan kepada pihak-pihak terkait agar proses evakuasi dapat berjalan lebih efektif.
Dengan dukungan teknologi udara ini, Ferdinand berharap proses pencarian dan evakuasi korban bencana longsor di Cisarua dapat dilakukan secara lebih cepat, tepat, dan maksimal, sekaligus meminimalkan risiko keselamatan bagi petugas di lapangan.[Int]






