Kenneth Apresiasi Perjuangan Atlet Jakbar Ukir Sejarah Porprov
Hardiyanto Kenneth Beri Bonus Atlet
JAKARTA, Matanews — Kontingen atlet pelajar Jakarta Barat (Jakbar) mencatat tonggak baru dalam sejarah olahraga pelajar Ibu Kota. Untuk pertama kalinya sejak Pekan Olahraga Pelajar Provinsi (Porprov) DKI Jakarta digelar pada 2017, Jakarta Barat keluar sebagai juara umum Porprov DKI Jakarta 2026.
Prestasi tersebut diraih setelah kontingen Jakarta Barat mengoleksi tujuh medali emas, dua medali perak, dan tujuh medali perunggu. Perolehan itu menempatkan Jakarta Barat di posisi teratas, mengungguli Jakarta Timur yang mengantongi lima medali emas.
Jakarta Selatan juga mengoleksi lima medali emas, sementara Jakarta Utara mengumpulkan tiga medali emas.
Capaian tersebut menjadi catatan penting dalam perjalanan pembinaan olahraga pelajar Jakarta Barat. Bukan hanya karena jumlah emas yang dikumpulkan, tetapi juga karena gelar juara umum tersebut merupakan pencapaian perdana Jakarta Barat sejak penyelenggaraan Porprov DKI Jakarta dimulai pada 2017.
Porprov DKI Jakarta 2026 sendiri berlangsung pada 31 Agustus hingga 5 September 2026. Salah satu lokasi penyelenggaraan yang disebutkan dalam rangkaian kegiatan tersebut adalah Hall A Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro, Jakarta Selatan.
Tujuh medali emas Jakarta Barat lahir dari sejumlah cabang olahraga. Emas tersebut masing-masing disumbangkan oleh bola basket beregu putri U-15, bulu tangkis beregu putra U-15 dan U-18, sepak bola beregu putra U-15 dan U-18, serta sepak takraw beregu putra dan putri U-18.
Prestasi itu kemudian mendapat perhatian dari Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth. Politikus yang akrab disapa Bang Kent tersebut memberikan apresiasi sekaligus bonus kepada para atlet pelajar Jakarta Barat yang berhasil mempersembahkan medali emas.
Penyerahan bonus berlangsung di Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Barat, Ruang MH Thamrin, Selasa (15/9/2026). Penyerahan tersebut disaksikan langsung oleh Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah.

Bonus Dibedakan Berdasarkan Jumlah Atlet
Besaran bonus yang diberikan Kenneth disesuaikan dengan jumlah atlet pelajar yang berada dalam masing-masing tim peraih medali emas.
Cabang sepak bola memperoleh bonus terbesar, yakni Rp18 juta. Besaran tersebut diberikan dengan mempertimbangkan jumlah atlet pelajar yang terlibat dalam tim sepak bola.
Sementara itu, tim bola basket mendapatkan bonus Rp14 juta, sepak takraw memperoleh Rp6 juta, sedangkan bulu tangkis mendapatkan Rp5 juta.
Menurut Kenneth, penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap kerja keras atlet pelajar yang telah membawa nama Jakarta Barat menjadi juara umum.
“Kenapa saya sangat mengapresiasi olahraga dan kepemudaan? Karena kebetulan saya suka olahraga. Saya masih main basket dan menjabat sebagai ketua umum catur DKI Jakarta (Percasi). Sayang sekali tim basket putranya gagal mendapatkan emas, cuma putri,” ujar Kenneth dalam keterangannya.
Kenneth menilai pencapaian Jakarta Barat sebagai juara umum tidak semestinya berhenti sebagai sebuah seremoni kemenangan. Gelar tersebut, kata dia, justru menghadirkan pekerjaan yang lebih berat, yakni mempertahankan prestasi pada ajang berikutnya.
Menurut dia, mempertahankan gelar juara umum akan membutuhkan konsistensi pembinaan, kerja keras atlet, serta dukungan dari berbagai pihak.
“Ini adalah sebuah awal. Yang paling berat itu adalah mempertahankan, harus diingat itu. Dan harapan saya tim basket putra tahun depan bisa mendapatkan medali emas,” kata Kenneth.
Ia menyatakan apresiasi terhadap atlet pelajar tersebut akan terus diupayakan apabila terdapat kesempatan.
“Tradisi ini akan terus saya pertahankan dan konsisten akan terus saya berikan kalau ada kesempatan. Kalau memang bisa diulangi kembali menjadi juara umum akan saya tambahkan lagi bonusnya tahun depan,” tuturnya.

Atlet Perak dan Perunggu Ditantang Raih Emas
Kenneth juga tidak hanya menyoroti atlet yang berhasil memperoleh medali emas. Para atlet yang meraih medali perak dan perunggu turut diberikan dorongan agar meningkatkan prestasinya pada Porprov berikutnya.
Ia mengatakan, capaian perak dan perunggu seharusnya dapat menjadi pijakan untuk mengejar prestasi lebih tinggi.
“Saya berikan tantangan juga kepada para atlet pelajar peraih medali perunggu dan perak agar mereka penasaran dan bisa berjuang untuk merebut medali emas di Porprov selanjutnya tahun depan,” ujar Kenneth.
Dengan demikian, keberhasilan Jakarta Barat menjadi juara umum tidak hanya diharapkan melahirkan tradisi mempertahankan gelar, tetapi juga meningkatkan jumlah atlet yang mampu mencapai podium tertinggi.

Pelatih dan Asisten Pelatih Ikut Mendapat Bonus
Apresiasi Kenneth juga diberikan kepada pihak yang berada di belakang perjuangan para atlet, yakni pelatih dan asisten pelatih.
Untuk setiap tim yang berhasil memperoleh medali emas, pelatih mendapatkan bonus Rp2 juta, sedangkan asisten pelatih memperoleh Rp1 juta.
Kenneth menilai peran pelatih tidak dapat dipisahkan dari keberhasilan atlet di arena pertandingan. Pengalaman sebagai mantan atlet membuat dia memahami bahwa proses pembinaan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu atlet.
“Saya tambahkan apresiasi bonus untuk pelatih Rp2 juta. Asisten pelatih Rp1 juta. Harus diingat bahwa tanpa pelatih kalian bukan apa-apa,” ujarnya.
Ia menyebut pelatih sebagai sosok yang memiliki peran penting dalam membentuk kemampuan dan mental atlet.
“Kebetulan saya bekas atlet, jadi saya tahu pentingnya peran pelatih. Pelatih adalah pelita kita, jadi harus kita hargai,” kata Kenneth.
Kenneth yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Percasi DKI Jakarta tersebut menegaskan bahwa perhatian terhadap olahraga dan kepemudaan merupakan bagian dari upaya mendorong lahirnya generasi atlet yang memiliki prestasi.

Wali Kota: Sejarah Baru Jakarta Barat
Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet pelajar yang telah berjuang membawa nama Jakarta Barat dalam Porprov DKI Jakarta 2026.
Iin menyebut keberhasilan tersebut merupakan pencapaian yang patut diapresiasi karena menjadi kali pertama Jakarta Barat tampil sebagai juara umum sejak Porprov diselenggarakan pada 2017.
“Terima kasih kepada atlet pelajar yang sudah berjuang untuk Jakarta Barat. Saya bangga dengan kalian. Ini perdana dan sejarah mencatatkan Jakarta Barat bisa menjadi juara umum sejak Porprov diadakan pada 2017,” ujar Iin.
Bagi Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat, prestasi tersebut menjadi bagian dari catatan pembinaan olahraga pelajar di wilayah tersebut.
Iin juga menyampaikan penghargaan kepada Kenneth atas pemberian bonus kepada para atlet pelajar peraih medali emas.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bang Kenneth yang telah memberikan perhatian dan bonus kepada para atlet pelajar Jakarta Barat. Ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap perjuangan dan prestasi bagi para atlet pelajar,” tuturnya.
Menurut Iin, bonus tersebut tidak semata-mata dipandang dari nilai materialnya. Penghargaan tersebut juga menjadi bentuk pengakuan terhadap proses panjang yang dijalani para atlet sebelum mencapai podium.
“Bonus ini tentu bukan hanya soal nilai materi, tetapi juga menjadi bentuk penghargaan atas kerja keras, disiplin, dan perjuangan para atlet pelajar ini. Mudah-mudahan ini bisa semakin memotivasi mereka untuk berlatih lebih giat dan meraih prestasi yang lebih tinggi,” kata Iin.
Ia berharap perhatian terhadap pembinaan atlet pelajar dapat dilakukan secara berkelanjutan. Dukungan dari berbagai pihak, menurut dia, dibutuhkan agar pembinaan olahraga di Jakarta Barat semakin berkembang.
Target berikutnya bukan hanya mempertahankan prestasi di tingkat Provinsi DKI Jakarta, tetapi juga membuka peluang bagi lahirnya atlet-atlet yang mampu berprestasi di tingkat nasional hingga internasional.
Bonus Jadi Pemantik Semangat Atlet
Apresiasi tersebut mendapat sambutan positif dari kalangan atlet pelajar. Celine, salah satu atlet basket putri Jakarta Barat, berharap pemberian bonus dapat menjadi tambahan motivasi bagi para atlet untuk kembali berjuang pada Porprov berikutnya.
Menurut Celine, prestasi sebagai juara umum membawa konsekuensi berupa tanggung jawab untuk mempertahankan capaian tersebut.
“Semoga dengan adanya bonus dari Pak Kenneth ini bisa memotivasi para atlet pelajar agar bisa berjuang lebih keras lagi di Porprov berikutnya dan bisa juara umum lagi,” ujar Celine.
Pernyataan tersebut menggambarkan tantangan Jakarta Barat setelah mencatat sejarah baru. Gelar juara umum yang diraih pada 2026 kini menjadi standar baru yang harus dijaga dalam pembinaan olahraga pelajar.
Tujuh emas, dua perak dan tujuh perunggu telah membawa Jakarta Barat ke puncak klasemen Porprov DKI Jakarta 2026. Tantangan selanjutnya bukan lagi sekadar mengejar podium, melainkan mempertahankan konsistensi prestasi.
Bagi para atlet pelajar, kemenangan tersebut juga menjadi modal untuk menatap jenjang kompetisi berikutnya. Bagi pelatih, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan olahraga, capaian itu menjadi catatan sekaligus pekerjaan rumah untuk memastikan pembinaan tidak berhenti setelah medali dikalungkan. (Wly)






