Breaking News
- Jasaraharja Putera Gaspol! Dukung Anak Muda Bawa Pertanian ke Level Dunia
- Polri Ngamuk! Jurnalis Jangan Diganggu, Polisi Wajib Jadi Pelindung!
- Obvitnas Gas Dijaga Ketat! Tim Wasdal Polri Geruduk PGN Bitung Cek Keamanan Nasional
- Geger! Diduga Oknum Aparat Ikut Terseret Kasus Penculikan Kacab Bank BUMN!
- GEGER! Rektor USU Diperiksa KPK, Dunia Kampus Tercoreng Lagi, Mahasiswa Dibungkam
- Musolah Terbakar, Ormas 234 SC Tancap Gas Renovasi!
- Royalti Belum Lunas, Izin Konser Bisa Mepet! Dasco Tegas: Bayar Dulu Baru Pentas!
- Dua Jenderal Tukar Komando! Banjir Ucapan Selamat di Pisah Sambut Kapolda Metro
- Lagi-lagi! Tanah Jawa Diguncang Gempa 4,9 SR, Warga Panik Berhamburan
- Polisi Siaga! Danau Toba Dikawal Ketat! Ditpamobvit Baharkam Polri Giat Bimtek
Hutan Hujan Tropis Indonesia
Random Video
Pihak Partai Liberal Demokrat pun langsung melontarkan kecaman atas tulisan dari Ward. Juru bicara partai mengatakan bahwa pihak partainya akan menerapkan sanksi terhadap Ward.
Sementara pihak Partai Konservatif yang menguasai koalisi pemerintahan bersama Liberal Demokrat menyatakan Ward harus menarik komentarnya.
"Tidak seharusnya seorang anggota parlemen menulis tindakan yang memicu kekerasan. Tindakannya tidak bertanggung jawab," ucap pihak Konservatif.
Ini bukan pertama kalinya Ward mengecam tindakan Israel. Pada Juli 2013 lalu, Ward menyebut pihak Zionis diambang kekalahan dalam perang. Dirinya pun mempertanyakan sampai kapan negara apartheid seperti Israel bisa bertahan.

Write a Facebook Comment
Tuliskan Komentar anda dari account Facebook
View all comments