Breaking News
- Pantauan Udara Arus Mudik di Pelabuhan Bakauheni: Lalu Lintas Lancar dan Terkendali
- Korlantas Siapkan Flag off One Way Nasional Untuk Duta Pemudik Balik
- Kapolres Kepulauan Seribu Pantau Langsung Arus Mudik dan Kunjungan Wisatawan
- Jaga Keamanan Warga Mudik, Polsek Tambora Gelar Patroli Biru di Pemukiman
- Polres Pelabuhan Tanjung Priok Gelar Sosialisasi, Tips Mudik Aman, Keluarga Nyaman
- Polsek Metro Gambir Gelar Patroli di Stasiun Gambir
- Situasi Lalu Lintas Hari Kesembilan Operasi Ketupat 2025
- Polisi Siap Amankan Pengunjung TMII Jakarta Timur
- Bintang Dua untuk Sang Predator Narkoba! Mukti Juharsa Resmi Naik Pangkat
- Kapolri: Idul Fitri Jadi Momen Kebersamaan dan Memperkuat Persatuan
Hutan Hujan Tropis Indonesia
Random Video
Pihak Partai Liberal Demokrat pun langsung melontarkan kecaman atas tulisan dari Ward. Juru bicara partai mengatakan bahwa pihak partainya akan menerapkan sanksi terhadap Ward.
Sementara pihak Partai Konservatif yang menguasai koalisi pemerintahan bersama Liberal Demokrat menyatakan Ward harus menarik komentarnya.
"Tidak seharusnya seorang anggota parlemen menulis tindakan yang memicu kekerasan. Tindakannya tidak bertanggung jawab," ucap pihak Konservatif.
Ini bukan pertama kalinya Ward mengecam tindakan Israel. Pada Juli 2013 lalu, Ward menyebut pihak Zionis diambang kekalahan dalam perang. Dirinya pun mempertanyakan sampai kapan negara apartheid seperti Israel bisa bertahan.

Write a Facebook Comment
Tuliskan Komentar anda dari account Facebook
View all comments