- Pantauan Udara Arus Mudik di Pelabuhan Bakauheni: Lalu Lintas Lancar dan Terkendali
- Korlantas Siapkan Flag off One Way Nasional Untuk Duta Pemudik Balik
- Kapolres Kepulauan Seribu Pantau Langsung Arus Mudik dan Kunjungan Wisatawan
- Jaga Keamanan Warga Mudik, Polsek Tambora Gelar Patroli Biru di Pemukiman
- Polres Pelabuhan Tanjung Priok Gelar Sosialisasi, Tips Mudik Aman, Keluarga Nyaman
- Polsek Metro Gambir Gelar Patroli di Stasiun Gambir
- Situasi Lalu Lintas Hari Kesembilan Operasi Ketupat 2025
- Polisi Siap Amankan Pengunjung TMII Jakarta Timur
- Bintang Dua untuk Sang Predator Narkoba! Mukti Juharsa Resmi Naik Pangkat
- Kapolri: Idul Fitri Jadi Momen Kebersamaan dan Memperkuat Persatuan
ETOS Menilai Debat Cawapres: Masyarakat Harus Menjadi Penilai Utama
ETOS

Keterangan Gambar : Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute dan pengamat politik, Iskandarsyah
MATANEWS, Jakarta - Setelah debat Cawapres ke 4, berbagai kalangan dari politisi hingga masyarakat mengekspresikan pandangan mereka. Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute dan pengamat politik, Iskandarsyah, memberikan komentarnya pada (24/01/2024) di Jakarta.
Menurut Iskandarsyah, masyarakatlah yang seharusnya menilai dan memutuskan mana yang pantas atau tidak. "Mari kita hormati proses, karena itu sebagai tolak ukur mencapai tinggi dari rendah," ujar Iskandarsyah sambil tersenyum. Dia menambahkan bahwa tokoh-tokoh seperti Anies, Cak Imin, Ganjar, Prof Mahfud, dan Prabowo telah melewati proses panjang, bukan sekadar datang dan menjadi pemimpin.
Iskandarsyah menyatakan keprihatinannya terkait kemajuan Gibran dalam Pilpres 2024, menyebutnya sebagai preseden buruk bagi anak-anak muda yang berprestasi dan aktif dalam organisasi mahasiswa. Menurutnya, Gibran menjadi contoh negatif karena melompati proses panjang dengan adanya keterlibatan ayahnya dalam kekuasaan.
Baca Lainnya :
- Wacana Kenaikan Pajak Hiburan Picu Ancaman Tutupnya Bisnis Karaoke Inul Daratista
- Antispasi Banjir, Kapolsek Mampang dan Camat Bentuk Kampung Siaga Bencana
- Jatanras Polda Metro Jaya Gelar Rekonstruksi Kasus Pemerkosaan dan Pembunuhan di Depok
- Kasus Pidana Penghilangan Saham Lambat di Bareskrim, Mintarsih Berencana Datang ke Kompolnas
- Polda Metro Jaya Ungkap Pembunuhan dan Pemerkosaan di Depok
"Majunya Gibran menjadi preseden buruk bagi anak-anak muda kita yang pandai dan berprestasi. Mereka tak akan percaya diri sejak peristiwa MK tersebut," kata Iskandarsyah. Dia menegaskan bahwa cara tersebut salah dan bisa menimbulkan polemik, merugikan generasi muda yang bukan anak pejabat.
Gibran, menurut Iskandarsyah, menunjukkan kelasnya yang kurang dalam debat Cawapres. "Baru jadi walikota 2 tahun dijadikan alasan proses itu? Kalau ini dipaksakan, saya khawatir dengan pak Prabowo," ungkapnya. Iskandarsyah menyimpulkan bahwa penampilan Gibran sangat buruk karena dianggap mengangkangi proses dan mengandalkan ayahnya sebagai penguasa.
Pengamat tersebut menyatakan keprihatinannya terhadap arah politik pasca-reformasi, menyebut situasi ini sebagai memalukan dalam sejarah pilpres di republik ini. Iskandarsyah mengakhiri komentarnya dengan harapan agar penampilan seperti Gibran tidak lagi terulang, terutama untuk menjaga martabat pemirsa dan pasangan Prabowo. (Red)
