Polisi Tangkap Sulaiman Buronan Nomor Satu Thailand di Bali Melalui Kerja Sama Internasional
Mabes Polri

By Redaksi 04 Jun 2024, 14:03:31 WIB Internasional
Polisi Tangkap Sulaiman Buronan Nomor Satu Thailand di Bali Melalui Kerja Sama Internasional

Keterangan Gambar : Dok. Matanews


MATANEWS, Jakarta – Dalam sebuah operasi yang melibatkan tim gabungan dari Divisi Hubungan Internasional Polri, Polda Sumatera Utara, dan Polda Bali, polisi berhasil menangkap buronan paling dicari di Thailand, Tongduang Chaowalit alias Pang Nardone. Chaowalit ditangkap di sebuah apartemen di Kecamatan Badung, Bali, pada Kamis (30/5/2024), setelah sebelumnya terdeteksi berada di Medan.

Kabareskrim Polri, Komjen Pol Wahyu Widada, mengungkapkan bahwa Chaowalit telah ditetapkan oleh otoritas Thailand sebagai pelaku berbagai kejahatan berat, termasuk tindak pidana narkotika dan penembakan terhadap anggota kepolisian Thailand.

"Yang bersangkutan melarikan diri hingga tertangkap di Bali berkat kerja sama antar Kepolisian Thailand dan Polri," kata Wahyu dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Minggu (2/6/2024).

Baca Lainnya :

Sistem Polis to Polis

Dalam konferensi pers yang digelar di Bareskrim Polri, Wahyu Widada menjelaskan bahwa penangkapan Chaowalit dilakukan melalui sistem "Polis to Polis," sebuah kerjasama internasional yang bertujuan untuk mengamankan wilayah Asia dari buronan kelas kakap yang telah masuk dalam daftar Red Notice Interpol.

Didampingi Kadiv Hubinter Mabes Polri Irjen Pol Krishna Murti, Secretary-General of the Office of Narcotics Control Board Thailand Pol LT General Phanurat Lukboon, Dirtipidnarkoba Mabes Polri Brigjen Pol Mukti Juharsa, Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, serta Dirkrimum Polda Sumatera Utara dan Dirkrimum Polda Bali, Wahyu menjelaskan pentingnya kerja sama ini.

Pemeriksaan Saksi

Komjen Pol Wahyu Widada juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah memeriksa delapan saksi warga negara Indonesia (WNI) yang diduga berkaitan dengan pelarian Chaowalit dari Thailand ke Indonesia. Chaowalit, yang telah tujuh bulan berada di Indonesia dengan identitas palsu sebagai "Sulaiman," memanfaatkan jaringan lokal untuk bertahan hidup.

"Total ada delapan WNI yang memiliki keterkaitan dengan pelarian dan pemalsuan identitas serta bagaimana buronan bertahan hidup," ujar Wahyu.

Delapan saksi yang diperiksa termasuk driver ojek online, sopir taksi, agen pengiriman uang, pemilik jasa sewa kapal, hingga teman Chaowalit selama bersembunyi di Indonesia.

Detil Penangkapan

Pada tanggal 28 Mei 2024, tim gabungan berhasil mengamankan seorang wanita bernama SA, teman wanita Chaowalit, yang memberikan informasi bahwa Chaowalit telah melarikan diri ke Denpasar, Bali. Pada 30 Mei 2024, berdasarkan hasil pengecekan kamera ETLE di Command Center Polda Bali, keberadaan Chaowalit terdeteksi di Apartemen Kembar Bali. Tim gabungan segera bergerak dan berhasil menangkap Chaowalit di kamar nomor 5.

"Pada saat penangkapan, tersangka melawan namun berhasil diatasi oleh tim gabungan tanpa menimbulkan cedera apapun baik kepada tersangka maupun petugas," ujar Wahyu.

Apresiasi dari Thailand

Secretary-General of the Office of Narcotics Control Board Thailand, Pol LT General Phanurat Lukboon, menyampaikan apresiasinya kepada Polri. 

"Saya mendapat tugas dari Kementerian Thailand untuk menyampaikan terima kasih kepada polisi Indonesia atas tertangkapnya Chaowalit Thongduang," kata Phanurat.

Phanurat menekankan bahwa tindakan kriminal Chaowalit, termasuk penembakan terhadap aparat kepolisian dan anggota kehakiman, telah mengurangi kepercayaan masyarakat Thailand terhadap penegak hukum. Dengan tertangkapnya Chaowalit, kerja sama antara Polri dan Royal Thai Police berhasil mengembalikan kepercayaan masyarakat.

"Masalah narkoba menjadikan masalah yang kita harus campur tangan bersama negara lain. Terima kasih kepada Bapak Direktur Kepolisian Negara Indonesia yang membantu sampai tertangkap tersangka ini," imbuhnya.

Ekstradisi

Chaowalit akan menjalani proses ekstradisi ke Thailand pada Selasa (4/6/2024) menggunakan pesawat khusus dari Royal Thai Air Force. Kepala Divisi Hubinter Polri, Irjen Krishna Murti, menyatakan bahwa ekstradisi ini menunjukkan kualitas kerja sama internasional dalam penegakan hukum.

"Dengan keberhasilan ini, Polri telah menunjukkan komitmen dan kemampuan dalam menangani kasus-kasus internasional yang kompleks, serta menjaga keamanan regional dari ancaman kejahatan lintas negara." ungkap Krishna Murti. (Wly)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment